Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

8 Cara Sukses Tanpa Kuliah

9 min read

Sukses Tanpa Kuliah

Pernyataan bahwa ‘kuliah dapat membuat kita sukses di masa depan’ menurut saya adalah sebuah pernyataan yang … tidak masuk akal. Saya sendiri menganggapnya tidak lebih hanya sekadar mitos yang beredar di masyarakat—dan banyak dari mereka yang mempercayainya—karena faktanya, kuliah bahkan tidak menjamin masa depan kita.

Mereka yang tidak paham dengan apa yang saya maksudkan pasti akan berpikir kalau saya adalah seorang yang anti kuliah atau komplain, dan lain sebagainya …. Hmm. Tidak apa-apa.

TBH, saya bukan seorang yang anti kuliah. Saya justru bisa berkata demikian karena saya pernah kuliah, saya kuliah jurusan Manajeman dengan konsentrasi SDM. Bahkan, supaya adil dan tidak hanya berbicara dari satu sudut pandang saja, sebelumnya saya telah menulis artikel tentang penting dan tidaknya kuliah. Dan kalian harus membaca baik-baik dari awal sampai akhir agar mengerti apa yang menjadi maksud sebenarnya.

Memang, topik-topik yang saya angkat pada artikel-artikel sebelumnya selalu mengundang sebuah pro dan kontra. Ada yang setuju, ada yang tidak. Di satu sisi, gelar sarjana memang bisa membuka banyak jalan bagi kita. Tetapi di sisi lain, ternyata tidak semua jalan memerlukan gelar sarjana, bahwa banyak jalan untuk menuju sukses tanpa kuliah.

Pertanyaannya sekarang adalah, mungkinkah kita bisa sukses tanpa kuliah?

And why not?! Itu bukan suatu hal yang mustahil. Banyak sekali orang sukses yang dapat dijadikan sebagai contohnya. Dan kalau mereka bisa, kenapa kita tidak?

8 Jalan yang Memungkinkanmu Sukses Tanpa Kuliah

Di bawah ini saya akan menunjukkan beberapa jalan yang, mungkin, bisa membuat kalian sukses tanpa harus terlebih dulu duduk di bangku kuliah.

1. Menjadi Desainer

Menjadi Desainer

Untuk menjadi seorang desainer kalian tidak harus kuliah di jurusan desainer. Yang kalian dibutuhkan adalah sebuah penghargaan yang tinggi pada estetika sebagai awalannya, sumber inspirasi dalam berkarya, dan yang paling penting adalah KLIEN—bukan gelar sarjana.

Dan sebenarnya kalian bisa belajar sendiri untuk menjadi seorang desainer. Kalian bisa belajar dari desainer lain, dari buku, dari internet, dan dari video-video yang ada di youtube tentunya.

Tapi kalian harus ingat, bahwa untuk menjadi seorang desainer tidak semudah itu. Kalian juga musti belajar banyak hal. Kalian harus belajar aplikasi-aplikasi dan software yang berkaitan dengan bidang itu, misalnya; AutoCAD, Photoshop, Corel Draw, dan lain sebagainya.

Dan itu semua bisa kalian pelajari tidak harus dari dari bangku kuliah—kalian bisa mempelajarinya dari mana saja. Lalu kalian bisa memulainya dengan menunjukkan hasil karya kalian ke publik dan lihat hasilnya ….

“Ketika titik kritis terjadi, Anda akan menjadi terkenal.” [Deddy Corbuzier]

Jadi, bagi kalian yang mungkin memiliki mimpi untuk menjadi desainer, tetapi karena berbagai macam alasan kalian tidak bisa kuliah jurusan desainer, bukan berarti mimpi kalian jadi berakhir begitu saja.

Aku punya banyak sekali teman yang berprofesi sebagai desainer; desainer fashion, desainer interior, desainer furniture, dan lain sebagainya. Yang uniknya, di antara mereka (teman saya) tidak ada satupun yang pernah kuliah di jurusan desainer. Aku tidak bercanda. Dan asal kalian tahu saja, penghasilan yang bisa mereka dapatkan tidak main-main.

Bahkan ada satu dari temanku (yang hanya lulusan sekolah menengah atas), yang hanya dengan menggambar, satu buah gambarnya pernah dihargai oleh perusahaan fashion luar negeri seharga ± $ 900—untuk satu buah gambar yang dikerjakan sambil ngopi di kafe. Dan masih banyak lagi contohnya yang tidak bisa aku sebutkan satu per satu.

2. Menjadi Penulis

Menjadi Penulis

Mungkin ini bisa menjadi contoh yang paling sederhana, apakah untuk menjadi penulis harus memiliki gelar sarjana sastra? Hahaha. J.K. Rowling bukan seorang sarjana sastra, tetapi dunia mengenalnya sebagai salah satu penulis tersukses dan terkaya sampai sekarang.

Apalagi di zaman modern seperti sekarang, menjadi penulis sudah tidak sesulit dulu lagi—setidaknya itu yang saya rasakan. Sekarang kalian tidak harus mengikuti cara-cara tradisional seperti mengirimkan karya kalian ke media-media cetak dan menggantungkan nasib karya tulis kalian pada selera redaktur untuk bisa dikenal publik. Dan itu susah sekali.

Tapi sekarang sudah berbeda. Sekarang kalian bisa menulis tentang apa saja dan kalian bisa membagikannya dengan mudah di mana saja. Mungkin ini salah satu alasan kenapa blogger semakin banyak sekarang, and that’s good.

Menulis juga tidak hanya terbatas pada buku atau hal-hal yang berkaitan dengan jurnalistik saja. Sekali lagi, sekarang waktu telah berubah. Bahwa ada banyak sekali pekerjaan untuk seorang penulis, yang bahkan sangat dibutuhkan oleh banyak pihak. Di bidang ini, kalian akan mendapatkan banyak sekali tawaran untuk menulis seperti; copywriter, menulis konten, menulis artikel, dan banyak lagi yang mungkin bisa kalian coba.

Atau, mungkin kalian tertarik untuk menjadi Blogger? Saya juga kerap menulis seputar blogging. Dari mulai langkah membangun blog atau website, sampai ke tahap agar dapat menghasilkan dari sana.

Banyak yang bilang jika untuk menjadi seorang penulis dibutuhkan sebuah bakat, dan, ya, bakat memang dapat memberikan nilai lebih. Tetapi, bukankah yang seperti itu bisa diberlakukan untuk semua profesi yang ada?

Dalam menulis, sebenarnya ada yang lebih penting dari sekadar bakat, yang kalian butuhkan adalah kegemaran membaca dan kemampuan bercerita—dua hal ini bisa menjadi pondasi utama kalian dalam menulis. Inilah alasan kenapa membaca disandingkan dengan menulis—membaca dan menulis—dua hal yang tidak bisa dilepaskan satu sama lain.

Seperti saya misalnya, karena kegemaran saya dalam membaca, saya jadi tergerak untuk menulis. Mungkin setelah ini saya akan menulis artikel yang membahas tentang hal ini.

Tapi ada satu hal yang perlu kalian ingat, dunia tulis menulis ini tidak hanya sekadar menulis lalu merilisnya dan membagikannya. Seperti halnya blogging, kalian juga harus memiliki strategi agar pembaca mau menerima tulisanmu dan mengambil manfaatnya.

READ  6 Alasan Kalau Kuliah itu Tidak Penting! [Why College: Part 1]

Bisa kalian bayangkan; berapa ribu blog, sih, yang ada di Indonesia? Ratusan ribu atau bahkan jutaan. Itu baru yang ada di Indonesia, belum yang ada di mancanegara. Ini mengartikan bahwa dunia tulis menulis ini bukan berarti tanpa persaingan. Bahkan tidak mudah untuk bisa bertahan di dalamnya.

Jadi, bagaimana caranya?

Apa lagi kalau bukan dengan banyak belajar dan memperbanyak referensi dengan membaca, kemudian mempraktekannya. Aku kira tidak ada cara yang lebih baik dari ini. Dengan cara ini pula kalian akan menemukan ‘karakter’ kalian dalam menulis. Ya, karakter—nilai penting yang juga harus dimiliki oleh seorang penulis.

INGAT! Membaca dan menulis adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Membaca dan menulis. Membaca dulu, baru menulis. Jangan dibalik. Jangan sebaliknya.

So, ingin jadi penulis? Mulailah dari sekarang

3. Menjadi, Penyanyi, Musisi, atau Seniman

Menjadi Seniman Musisi dan Penyanyi

Apakah kalian pikir untuk menjadi seorang musisi, penyanyi, atau seniman yang sukses harus pergi kuliah di jurusan seni?

Tentu saja tidak.

Dan dari jutaan musisi atau seniman yang ada, mungkin hanya beberapa saja yang masih terkenal atau bisa bertahan, kenapa bisa begitu? Kembali lagi, kemungkinan besarnya adalah karena mereka tidak punya karakter. Inilah kenapa kalian harus menemukan karakter kalian. Apapun bidang kalian.

Ambil contoh saja Iwan Fals, beliau masih terkenal dan laku sampai sekarang karena memiliki karakter yang sangat kuat dan khas yang tidak bisa dimiliki oleh musisi-musisi lain. Dan masih banyak contoh lainnya seperti Arman Maulana, Ariel Noah, Sujiwo Tejo, dan musisi-musisi atau seniman lainnya.

Dan tahukah kalian, siapa yang lebih sukses dan kaya dari seorang musisi? Produser musik. Apakah produser musik belajar di kuliah? Mungkin saja, tapi tidak semuanya. Banyak produser musik yang berawal dari menjadi musisi, dan kebanyakan bahkan tidak kuliah ….

Seperti yang kita semua tahu, bahwa ada kuliah yang mengajarkan tentang musik dan seni, tapi banyak musisi-musisi handal yang tidak melakukan hal itu untuk menjadi sukses dan terkenal. Apalagi sekarang ada youtube … wow, betapa banyaknya musisi-musisi yang menjadi terkenal dan meraih kesuksesannya dari youtube? Rich Brian misalnya, atau Sungha Jung, atau Nissa Sabyan mungkin … hmm.

4. Menjadi Fotografer

Menjadi Fotografer

Zaman memang benar-benar sudah berubah, right? Kalau dulu, foto itu masih menggunakan media film yang musti dibuka dan dilihat satu-persatu, foto itu harus dicuci dulu, belum lagi kemungkinan untuk tidak jadi, atau gagal, atau terbakar kalau istilahnya dulu (yang mungkin generasi sekarang tidak tahu apa itu foto yang terbakar padahal sebenarnya tidak tebakar, LOL), dan itu ribet banget and so annoying—seperti yang ada di film The Secret Life of Walter Witty kalau kalian mau tahu, salah satu film favorit saya BTW. Tapi karena sekarang semuanya sudah serba digital, kita tidak perlu melakukan semua itu.

Dulu, untuk menjadi seorang fotografer yang terkenal harus masuk media dulu seperti majalah, membuat pameran untuk memamerkan hasil karyanya, dan harus diakui oleh banyak orang.

Zaman sekarang … itu semua sudah tidak berlaku—zaman sekarang semua orang bisa menjadi fotografer. Kalian bisa menjadi seorang fotografer—kalian akrab dengan perkembangan kamera, gadget, software dan aplikasi fotografi, dan kalian akrab dengan media sosial seperti instagram yang bisa kalian gunakan untuk memamerkan hasil jepretan kalian.

Tapi ingat, kalian juga perlu belajar. Di mana? Di kuliah? Hmm.

Iya sih di kuliah ada jurusan fotografi, tetapi teman-teman saya (fotografer muda di Jepara) tidak ada yang lulusan jurusan fotografi tuh. Kebanyakan dari mereka belajar secara otodidak, ada juga yang belajar dari fotografer yang sudah profesional dengan cara ikut kerja dan menjadi asistennya dulu (cara terbaik menurutku), atau bergabung dalam komunitas fotografi dan belajar dari sana. Tertarik untuk mencoba cara-cara tersebut?

Yang menjadi kendala mungkin akan seperti “tetapi saya tidak punya kamera” atau “saya tidak punya cukup uang untuk membeli kamera yang bagus,” dan alasan-alasan umum nan klasik lainnya.

Guys, tahukah kalian, bahwa sebagian teman-teman saya tadi bahkan tidak memiliki kamera saat memulai. Terutama mereka-mereka yang memulainya dengan menjadi seorang asisten terlebih dahulu. Mereka bahkan tidak tahu cara menggunakan kamera, karena kesempatan yang diberikan pada awalnya hanya untuk menata latar, background, lightning, dan membawa peralatan dan perlengkapan lainnya. Barulah setelah dirasa sudah saatnya, mereka baru diajari cara-cara menggunakan kamera, mengambil foto yang baik, dan lain sebagainya.

Kelihatannya seperti sebuah perjalanan yang berat memang. Tapi justru karena semua proses itu, karena belajar segalanya dari bawah, mereka berhasil menjadi fotografer yang profesional dan mandiri dengan nilainya masing-masing.

Membeli kamera juga tidak harus yang terbaru dan yang mahal. Ya, tidak bisa dipungkiri memang kalau kamera yang bagus (dan mahal) dapat memberikan hasil yang sepadan. Tetapi, kualitas foto yang baik (ini kata seorang fotografer profesional yang saya kenal) lebih bergantung kepada siapa yang ada di balik kameranya. Hmm, masuk akal. Atau kalian lebih setuju dengan yang mana, antara ‘man behind the gun’ atau ‘gun behind the man’? Aku yakin kalian semua akan lebih setuju dengan yang pertama.

Jadi, kalian tidak harus kuliah fotografi untuk jadi seorang fotografer. Andai saja itu diharuskan, saya pikir orang-orang yang sukses menjadi seorang fotografer tidak akan sebanyak sekarang.

5. Menjadi Pengembang Web & SEO Master

Menjadi Pengembang Web dan SEO Master

Kalian tidak harus kuliah di jurusan teknik informatika untuk menjadi pengembang web. Yang kalian butuhkan adalah kemauan dalam belajar.

Lalu bagaimana dengan coding (menulis kode)? Kalian bisa belajar ilmunya secara gratis dari internet. Banyak blog-blog yang memberikan tutorial tentang coding, banyak sekali malah, dan kalian bisa belajar dari sana. Atau atau kalian juga bisa mengambil kelas online atau membeli bukunya kalau mau sedikit modal.

READ  Apa Tujuanmu: Untuk Mendapatkan Pekerjaan atau Untuk Mencari Nafkah?

Dan berhubungan dengan developer web, ada lagi sebuah profesi dalam dunia IT yang disebut denga SEO Master. Ada yang tahu apa itu SEO Master?

SEO Master adalah seorang yang ahli dalam membuat sebuah situs tampil atau berada di barisan paling awal dalam hasil pencarian ketika ada pengguna yang memasukkan kata kunci tertentu di kolom pencarian.

Dan lagi-lagi, kalian bisa mempelajarinya secara gratis dari internet. Tidak mudah memang dan cenderung memakan waktu yang lumayan lama dalam mempelajarinya, tapi bukan berarti itu tidak mungkin. There is a will, there is a way. Right?

Terlebih lagi sekarang zamannya sudah serba online, revolusi industri 4.0 juga bukan mitos lagi, tidakkah kalian melihat masa depan cerah yang ada pada profesi ini? Think about it.

6. Menjadi Influencer

Menjadi Influencer

Dulu, influencer itu terbatas pada artis, selebriti, atau musisi, atau (mungkin) politikus yang terkenal saja—karena hanya mereka yang punya banyak pengikut dan memiliki pengaruh terhadapnya. Tetapi sekarang, wow, sekarang ada youtuber, selebgram, blogger (yang sebenarnya sudah lama ada, sih), dan lain sebagainya, yang juga punya banyak pengikut dan punya pengaruh yang kuat terhadap pengikutnya.

Dan mereka bisa sukses dan terkenal melalui jalan itu. Penghasilan yang mereka dapatkan juga bisa dikatakan fantastis untuk sebuah profesi yang bisa dijalani tanpa kuliah terlebih dahulu. Dari adsense, dari endorse, dan dari kerjasama-kerjasama lainnya, semuanya bisa menghasilkan ….

Ah, benar juga. Yang seperti ini, adakah perguruan tinggi yang mengajarkannya?

Tentu saja tidak ada, karena kuliah jurusan influencer itu belum ada. Just kidding.

7. Menjadi Gamer

Menjadi Gamer

Ini. Ya ini, nih. Jadi, kalian jago main game—push rank Mobile Legends sampai Mytic, push tier PUBG sampai Conqueror—tapi cuma sebatas ngegame doang?

Guys, you actually can make money from there. Seriously.

Kalian bisa menjadi youtuber gaming, atau kalian bisa mengikuti kompetisi bersama squad kalian. Dan kenapa pula itu tidak bisa menjadi sebuah pekerjaan? Itu sangat mungkin sekali. Beberapa di antara kalian bahkan ada yang menghabiskan waktu bermain game seperti halnya lama waktu yang digunakan orang dalam bekerja.

Atau setidaknya, buatlah hobby kalian itu—yang mungkin dipandang sebelah mata oleh orang-orang—menjadi sebuah kegiatan yang menghasilkan.

Dan tahukah kalian; sebuah kegiatan atau hobby yang dilakukan dalam waktu yang lama dan rutin (setiap hari), itu sudah tidak pas lagi untuk disebut sebagai sebuah hobby. Itu adalah sebuah pekerjaan. Dan kalau itu sudah disebut sebagai sebuah pekerjaan, sudah selayaknya pekerjaan itu menghasilkan bukan?

8. Menjadi Pengusaha

Menjadi Pengusaha

Sebenarnya ini bukan yang terakhir, tetapi ini adalah jalan sukses tanpa kuliah yang semua orang paling tahu; bahwa sangat mungkin sekali bagi kita untuk sukses dengan menjadi seorang pengusaha.

Berbicara soal pengusaha sukses yang tidak kuliah di Indonesia, tidak akan lepas dari sosok seorang Bob Sadino, yang dari kisah hidup dan kata-kata motivasinya dapat memberi pelajaran bagi kita semua.

Untuk di zaman dulu saja, beliau mengatakan kalau beliau memulai usahanya hanya dengan modal dengkul. Apalagi di zaman sekarang yang serba canggih dan maju, dengan banyaknya media sosial yang bisa dimanfaatkan, dengan berbagai macam platform online shop yang ada, kesempatan untuk menjadi seorang pengusaha itu semakin terbuka lebar.

Untuk memulai sebuah usaha, sekarang kita tidak harus membeli atau menyewa sebuah toko karena kita bisa memanfaatkan website, online shop, atau sosial media, yang juga sekaligus memungkinkan pasar kita tidak terbatas hanya pada lingkungan sekitar kita saja—kita bisa menjangkau semua daerah, bahkan global.

Kita semua tahu, bahwa dunia usaha ini adalah dunia yang sarat resiko. Bahwa kemungkinan untuk gagal selain karena tidak laku itu selalu membayangi, seperti ditipu, bangkrut, itu sangat bisa untuk terjadi. Dan kuliah tidak mengajarkan tentang hal itu. Kuliah tidak mengajarkan bagaimana kalau kita bangkrut, bagaimana kalau kita ditipu, atau bagaimana kalau kita gagal, kuliah tidak mengajarkan kita tentang itu. Kita akan mendapatkankan ilmunya hanya ketika kita sudah mengalaminya, seriously.

Jadi, berminat menjadi seorang pengusaha dan memulai bisnis kalian sendiri?

Selama kamu punya ide otentik, mematangkannya menjadi sebuah konsep, sungguh-sungguh menjadikannya sebagai produk dan pandai dalam memasarkannya, kamu bisa menjadi seorang pengusaha.

Menjadi pengusaha tidak perlu kuliah, apa lagi ijazah.

Kita semua tahu kalau sebenarnya ada banyak sekali jalan sukses tanpa kuliah karena delapan jalan yang saya tunjukkan di atas itu hanya beberapanya saja.

Pesan Saya

Bagi kalian yang sekarang memiliki kesempatan untuk kuliah, manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya. Temukan dan bangun koneksi kalian, karena itu bisa berguna sekali nantinya jika kalian sudah tidak kuliah lagi.

Dan kalaupun sekarang kalian tidak kuliah, bukan berarti hidup kalian hanya sampai di sana. Bahwa banyak sekali orang-orang sukses mulai dari Ibu Susi Pudjiastuti sampai Bill Gates yang bisa kita jadikan sebagai contoh dalam meraih mimpi.

Saya tidak mengatakan kalau saya orang yang sudah sukses sekarang …. No! Saya termasuk dalam kategori yang masih merintis. Mungkin kalian juga sama, and that’s okay.

Dan mungkin kalian juga akan berpikir kalau ini aneh, karena ada orang yang bukan apa-apa, bukan siapa-siapa, bukan orang sukses juga, tetapi mengatakan kalau banyak jalan sukses tanpa kuliah. Umm, well … saya memang masih merintis, tetapi saya hidup dengan apa yang menjadi passion saya dan saya bertahan di dalamnya. Alkhamdulillah.

Saya percaya bahwa kita—saya juga kalian—bisa menjadi lebih dari apa yang orang-orang pikirkan.

Salam sukses untuk kita semua!

2
Avatar
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *