Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Tidak Berminat untuk Kuliah?

3 min read

*Meski ditujukan untuk para orangtua, artikel ini ditulis berdasarkan sudut pandang seorang anak.*


Bisa mengirimkan anak ke perguruan tinggi memang menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi sebagian besar orangtua.

Terlebih bisa melihat sang anak berjalan memakai jubah toga di atas podium kelulusan, melihatnya berdiri membungkuk penuh hormat di depan Rektor saat prosesi pemindahan tali toga, melihat wajahnya yang penuh dengan ekspresi suka cita saat berjalan menuruni panggung kebesaran itu …. Aku bisa membayangkan sendiri bagaimana rasanya—betapa bangga dan bahagianya seorang ayah dan ibu pada saat itu.

Hal yang wajar kalau menurut saya, bisa mengirim anak ke perguruan tinggi sampai menjadi seorang sarjana juga merupakan sebuah pencapaian.

Dan bagaimana tidak, untuk bisa masuk dan diterima saja sudah susah, begitu sudah diterima juga tidak mudah untuk menjalaninya, dan tentu karena biaya kuliah itu sendiri yang mahal (bahkan sangat mahal), telah menunjukkan bahwa kuliah itu tidak untuk semua orang. Jadi pantas saja jika hal itu melahirkan sebuah kebanggaan.

Terlepas dari semua hal itu, kebanyakan orangtua pasti berkeinginan untuk dapat mengirimkan anaknya ke perguruan tinggi. Dengan berbagai macam alasan dan tujuan tentunya. Namun yang menjadi alasan dan tujuan yang paling utama adalah adanya harapan agar sang anak bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik melalui jalan dan bekal dari kuliah. Bukan seperti itu?

Tidak bisa dipungkiri jika ternyata sudah menjadi sebuah keyakinan yang tertanam di masyarakat kita bahwa kuliah memiliki korelasi dengan kesuksesan. Lalu, bagaimana jika anak Anda ternyata tidak berminat untuk kuliah? Apakah anak Anda telah memilih jalan menuju kegagalan? Hmm.

Sebelumnya, ada beberapa kemungkinan yang menjadi alasan kenapa seorang anak tidak tertarik kepada pendidikan perguruan tinggi:

  1. Mereka tidak atau belum tahu apa yang ingin mereka lakukan selanjutnya.
  2. Mereka perlu istirahat sementara dari apa-apa saja yang berbau sekolah.
  3. Mereka beranggapan bahwa mereka tidak membutuhkan pendidikan tinggi untuk melakukan apa yang mereka inginkan.
  4. Mereka berbaris dengan irama drum mereka sendiri dan hidup hari demi hari. Jika kalimat tersebut termasuk susah untuk dipahami, Anda sekalian bisa mengartikannya dengan ‘memiliki prinsip tersendiri’.

Memang sulit bagi sebagian orang untuk mengakui bahwa perguruan tinggi bukan untuk semua orang—terlepas dari fakta bahwa semakin banyak orang yang kuliah di zaman sekarang—and that’s okay. Hanya karena beberapa anak memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan perguruan tinggi, bukan berarti mereka tidak akan berhasil di masa depan.

READ  Kenapa Generasi Dulu dan Sekarang Berbeda? 6 Generasi Berbeda dalam 100 Tahun Terakhir

Bukankah sebagian besar orang sukses dan terkaya di dunia justru tidak memiliki gelar sarjana? Dan lucunya, secara statistik demikian.

Mark Zuckerberg, Jack Dorsey, Steve Jobs, Michael Dell, atau bahkan Bill Gates … adalah sedikit contoh yang dapat menjawab pertanyaan sebelumnya.

Beberapa orang akan berpendapat bahwa para pengusaha, seniman, dan selebriti merupakan pengecualian terhadap teori tersebut. Mungkin itu benar, tetapi siapa yang mengatakan bahwa anak-anak Anda bukan merupakan pengecualian? Hidup lebih tentang membantu mereka menemukan hal-hal yang memicu minat mereka dan memicu hasrat mereka … ini yang harus digaris bawahi.

Lantas, apa yang harus Anda lakukan sebagai orangtua jika anak Anda tidak memiliki mimpi yang sama untuk kuliah seperti yang mereka lakukan?

Memaksa mereka untuk melakukan sesuatu yang mereka tidak siap untuk lakukan bukanlah jawabannya. Membuat mereka melepaskan impian mereka untuk mengikuti impian Anda juga bukan jawabannya.

Jawaban yang paling bijak adalah dengan membantu anak-anak Anda untuk menemukan apa yang menjadi passion mereka dan mengembangkannya menjadi beberapa tujuan nyata untuk mendukung apa yang menjadi impian mereka, bukan impian kita.

Cara untuk Membantu Remaja Menemukan Passion Mereka

1. Tanyakan dan dengarkan.

Jika Anda ingin mengetahui harapan dan impian anak Anda, yang perlu Anda lakukan hanyalah bertanya lalu mendengarkan. Memberi mereka kesempatan untuk menggambarkan diri mereka sendiri, minat mereka dan tujuan serta impian masa depan mereka akan membantu Anda lebih tahu bagaimana membantu mereka menemukan apa yang ingin mereka lakukan dalam hidup.

Semakin remaja dapat mengartikulasikan kekuatan, harapan, dan aspirasi mereka, semakin nyaman pula mereka dalam menggambarkan dan menerima diri mereka sendiri.

Dan tahukah Anda, bahwa banyak sekali orangtua yang tidak benar-benar mengenali anaknya hanya karena orangtua tersebut mengabaikan poin pertama ini.

2. Identifikasi bakat tersembunyi.

Sudah terlalu sering para remaja berjuang untuk mengenali atau menemukan bakat mereka, dan itu bukan berarti mereka tidak memilikinya. Mereka mungkin hanya perlu satu atau dua kesempatan untuk mencoba hal-hal baru yang akan mengungkap bakat-bakat tersembunyi yang dimilikinya. Anda dapat memperhatikan hal-hal yang menarik minat anak Anda, memotivasi mereka, dan menciptakan keinginan untuk belajar dan berbuat lebih banyak.

Berikut adalah beberapa cara untuk membantu remaja menemukan bakat tersembunyi mereka:

♥ Imbaulah mereka untuk memperhatikan hal-hal yang mereka sukai. Misalnya, jenis permainan apa yang mereka suka mainkan, buku apa yang mereka suka baca, acara apa yang mereka suka tonton, atau musik apa yang mereka suka dengarkan? Perhatikan juga hal-hal yang mereka sukai di waktu luang untuk bersenang-senang, hobi mereka. Semua petunjuk ini dapat mengarah pada bakat tersembunyi.

READ  Lokasi Ibu Kota Baru RI Lebih Rentan Serangan Rudal?

♥ Lanjutkan dengan proses eliminasi. Terkadang lebih mudah untuk mengidentifikasi apa-apa saja yang tidak kita sukai daripada menyadari sesuatu hal yang ternyata kita sukai, dan hal yang sama berlaku untuk remaja. Apa yang kita tidak suka lakukan adalah sama pentingnya karena memungkinkan kita untuk menghilangkan hal-hal tersebut dari daftar kita dan lebih fokus pada hal-hal yang kita sukai.

♥ Tantang remaja untuk mendengarkan pesan umum. Beri tahu anak-anak Anda untuk mendengarkan apa yang orang lain katakan tentang kekuatan mereka. Sangat mudah bagi remaja untuk mengabaikan pujian, tetapi kemungkinan besar, pujian itu memiliki pola yang sama—begitu sering dan familiar. Imbaulah remaja untuk mendengarkan pola-pola ini.

3. Berhenti, dengarkan dan perhatikan.

Ajari anak Anda untuk mendengarkan suara hati mereka. Terkadang jawaban atas jalan yang harus kita ikuti terletak pada keheningan eksplorasi diri.

4. Jelajahi dan latih.

Begitu anak Anda tahu apa yang mereka kuasai, dorong mereka untuk mencobanya. Ketika seorang remaja senang melakukan sesuatu—bahkan siapa saja, itu tidak akan terasa seperti pekerjaan karena mereka menikmatinya. Ketika kita melakukan hal-hal yang kita tidak suka, tubuh dan waktu seolah bergerak perlahan, tetapi waktu akan cepat berlalu begitu Anda sedang bersenang-senang! Am I right?

5. Kembangkan pengalaman.

Bantu remaja mengembangkan bakat mereka dan menjelajahi berbagai jalan atau karier yang memberi mereka kekuatan. Misalnya, jika seorang remaja ingin menjadi seorang pelukis, maka dorong pelajaran seni rupa, jika perlu masukkan anak Anda ke tempat kursus, dan tunjukkan hasil karyanya ke orang banyak. Juga, jelajahi pekerjaan yang berpusat di sekitar lukisan, bahwa ada begitu banyak pekerjaan luar biasa yang memanfaatkan bakat-bakat yang sama dan mengekspos kaum muda terhadap peluang-peluang yang dapat membuka jendela ke kemungkinan yang tak terbatas.

6. Percayalah pada mereka.

Dan pada akhirnya, Anda perlu untuk percaya pada anak Anda. Anda harus mengesampingkan ego Anda sendiri dan membiarkan mereka mencapai keinginan mereka, bahkan jika itu tidak termasuk perguruan tinggi. Percayalah.

Untuk menuju sukses, orang mengukir jalur unik mereka sendiri, dan mungkin termasuk perguruan tinggi.

quote sukses: untuk menuju sukses, orang mengukir jalur unik mereka sendiri

Saya bertanya-tanya, berapa banyak anak muda yang bekerja keras untuk menjadi seperti apa yang orangtuanya inginkan, ketimbang menjadi seperti apa yang mereka inginkan …. (?)

0
Avatar
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *