Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Apa Tujuanmu: Untuk Mendapatkan Pekerjaan atau Untuk Mencari Nafkah?

2 min read

Tujuan, untuk mendapatkan pekerjaan atau untuk mencari nafkah?

Deddy Corbuzier with Eric ten Have already discussed this topic on his youtube channel, and sooooo inspiring!

Jadi, dalam video itu mereka membahas tentang hidup kalian, Millennials. Kalian sekolah tinggi-tinggi; SMA, lalu kuliah S1 … tidak hanya sampai di situ saja, kalian lalu melanjutkan pendidikan mengambil pascasarjana. Dan kalian mengharapkan setelah semua itu kalian dapat mendapatkan sebuah pekerjaan. Tetapi, ternyata sekarang kalian tidak memiliki pekerjaan karena tidak ada pekerjaan untuk kalian—tidak ada pekerjaan yang mau menerima kalian. And then you think, ‘what do you do with your life?’

Honestly, me too. Semenjak aku lulus dari kuliah pada April 2017 sampai sekarang belum juga ijazahku berguna untuk mendapatkan pekerjaan. And then I decided to be who I am (now). *Lihat profil saya.*

Jangan berpikir mendapatkan pekerjaan itu hal yang gampang. Pendidikan kalian yang tinggi itu tidak menjamin kalian mudah mendapatkan pekerjaan. Yang S1 sudah banyak, yang S2 sudah banyak, yang sekolah tinggi sudah banyak, dan yang mau memperkerjakan kalian itu sedikit (bahkan bisa dibilang hampir tidak ada).

Goals, To Get A Job Or To Make A Living?

Untuk menjawab pertanyaan ini aku sependapat dengan mereka.

Banyak Milenial beranggapan bahwa; “saya sudah belajar dengan giat, mendapatkan nilai yang bagus, saya belajar di luar negerisaya akan mendapatkan pekerjaan impian saya.” Namun apa yang terjadi? Tidak ada pekerjaan sama sekali. Sounds miserable right?

Banyak Milenial yang belajar di luar negeri, mendapatkan nilai yang tinggi, dan kembali. Dan banyak Milenial lainnya yang memiliki nilai tinggi dan kalian bersaing dengan mereka. Dan karenanya, jika kalian berpikir mendapatkan pekerjaan adalah tujuan kalian, maaf, tapi aku akan mengatakan kalau itu bisa jadi adalah sebuah kesalahan. Melainkan, aku beranggapan kalau mencari nafkah adalah tujuan yang lebih masuk akal.

READ  Apa Bedanya antara Impian dan Tujuan? Sepotong Nasihat Tentang Menetapkan Impian atau Menetapkan Tujuan

Dan sekarang, jika mencari nafkah adalah tujuannya (bukan untuk mendapatkan pekerjaan), pertanyaannya adalah:

Is There Another Way To Make A Living Aside Of Having A Job?

Jadi, apakah ada cara lain untuk mencari nafkah selain punya pekerjaan?

Tentu saja, ada.

Banyak orang yang tidak menggunakan gelar pendidikannya untuk mencari nafkah. Contohnya? Banyak!

Aku bisa saja menyebutkan si ini dan si itu, tapi, lihatlah sekeliling kalian … apakah semua orang di sekitar kalian mencari nafkah dengan mengandalkan gelar pendidikannya? Of course not. Pendiri facebook saja tidak lulus dari kuliahnya. Dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang tahu apa yang mereka suka, mereka tahu apa gairah mereka, mereka tahu apa hobi mereka, itu yang mereka gunakan untuk mencari nafkah.

Yah … tapi lebih mudah untuk melamar kerja, mendapat gaji setiap bulannya, mendapat asuransi kesehatan, bisa sakit kapan saja, bisa makan siang kapan saja … lebih mudah.

Banyak sekali yang beranggapan demikian karena merasa lebih aman dan terjamin, tanpa resiko. Ya. Tapi masalahnya di sini kalian belum tentu mendapatkan pekerjaan itu. Dan bukan berarti tanpa resiko, kalian bisa saja tidak nyaman ketika menjalani pekerjaan tersebut, kalian bisa saja di pecat sewaktu-waktu karena alasan tertentu, atau perusahaan tempat kalian bekerja jatuh bangkrut (mungkin) … dan ini fakta, itu sering terjadi di mana-mana.

So, the goals is to make a living.

Bagaimana caranya?

Tidak selalu harus dengan pekerjaan (yang mengandalkan ijazah kalian untuk mendapatkan sebuah pekerjaan). Ada banyak cara untuk mencari nafkah, dan kalian sudah melihatnya di sekitar kalian. Kalian menemukannya setiap hari dalam kehidupan kalian.

Kuncinya adalah:

Apa saja bisa menghasilkan uang sekarang. Apa saja. Upload foto di instagram saja bisa menghasilkan uang sekarang. Bahkan aku yakin sebelumnya tidak ada yang menyangka jika dengan bermain game saja bisa membeli ferrari—Jess no limit adalah saksi hidup.

Jadi kalian harus mencari apa yang menjadi passion kalian. Kalian harus menggali lebih dalam lagi dan mencari tahu apa yang menjadi gairah kalian. Apa yang kalian suka? Apa yang kalian ingini? Apa itu sesuatu yang benar-benar membuat kalian merasa begitu hidup? Karena itu semua adalah sebuah permulaan yang baik.

READ  Meluruskan Fakta Sejarah Pelengseran Gus Dur

Dan … bukankah kalian merasa bahwa hidup kalian akan jadi lebih bermakna jika kalian melakukan apa yang kalian suka, melakukan apa yang kalian inginkan, menjalani hobi kalian … menjadi diri sendiri? And now you say “yeah, I want to be me.”

Lalu, pertanyaan kunci untuk kalian, apakah kalian harus menjadi yang terbaik dalam passion kalian untuk mencari nafkah?

To be the best is more value, but the answer for this question is do not have to.

Apakah seorang fotografer harus menjadi fotografer terbaik untuk mencari nafkah? Atau apakah seorang pedagang harus menjadi pedagang terbaik untuk menjual dagangannya?

No!

Kenapa? Karena yang paling penting adalah bagaimana cara memasarkannya. Sama halnya dengan menjual apa saja. Kalian harus cukup berani untuk memasarkan diri kalian sendiri untuk dapat menjual apa yang akan kalian jual. Lalu kalian memikirkan bagaimana caranya.

“Tidak perlu menjadi yang terbaik, tidak perlu menjadi pakarnya untuk dapat mencari nafkah dari apa yang menjadi passionmu. Kalian hanya harus tahu bagaimana cara untuk menjualnya.”  [Eric ten Have & Deddy Corbuzier]

0
Avatar
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

2 Replies to “Apa Tujuanmu: Untuk Mendapatkan Pekerjaan atau Untuk Mencari Nafkah?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *