Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Because of Islamophobia: What’s Gonna Happen in Our Society? What’s Gonna Happen Around The World?

4 min read

Karena Islamofobia

Kita semua terbangun, karena sebuah berita yang kita dengar … tentang New Zealand. Dan kita menemukan berita yang sangat buruk, bahkan di internet … bahwa seorang penembak memasuki dua masjid; 49 orang tewas, 41 orang di masjid al Noor, 7 di masjid yang ada di Linwood, seorang meninggal di rumah sakit. Pembunuhnya yang sejauh ini sudah di tangkap, adalah teroris sayap kanan, white supremacist, saya tidak akan pernah menyebutkan namanya, begitu pula dengan rekan-rekannya.

Dia menulis di senjatanya, juga nama yang tidak akan pernah aku sebut, yang mana adalah pembunuh di Quebec City. Dia melakukan aksi ini bersama group yang disebut The Reborn Knighs of the Templar. Sebuah nama dari Perang Salib. Dan dia menulis sebuah manifesto. Dia menyebutnya, The Great Replacement Toward a New Society. Dan inti dari manifesto ini adalah 3 area. Ini adalah manifesto yang menjadi alasan utama dalam melakukan aksinya. Dan ini adalah kata-katanya:

Yang Pertama, “untuk mengurangi jumlah imigran di negeri Eropa dengan mengintimadasi dan secara fisik mengeliminasi para penginvasi.”

Intimidasi! Mengeliminasi secara fisik!

Yang Kedua, “untuk memancing musuh politis dari kaumku sehingga bereaksi, untuk membuat mereka bereaksi terlalu jauh, dan melakukan serang balik yang tak terhindarkan pada akhirnya.”

Jadi dia ingin kaum Muslim bereaksi berlebihan, dan melakukan serangan balik di tanah ini dan ini tujuan mereka.

Yang Ketiga, “untuk memancing kekerasan, serangan balik, dan lebih lanjut memisahkan antara penduduk Eropa dengan para penginvasi yang saat ini menduduki tanah Eropa.”

Ini adalah kegilaan dari seorang teroris gila … tapi ini bukan sesuatu yang baru bagi kita. Ini adalah manifestasi dari Islamophobia. Biarkan kata ini tertanam dalam pikiranmu dan anak-anakmu. Biarkan ini diketahui di masyarakat, agar kita waspada. Jangan biarkan ada situasi apapun dimana Muslim meninggal tanpa menyebutkan Islamophobia, sebuah ketakutan tanpa dasar terhadap Islam dan Muslim. Karena sekarang, dia menunjukkan tangan-tangan pembunuhnya. Tapi kita harus ingat bahwa ada mesin Islamophobia senilai 2 juta dollar di Amerika yang memompa informasi dengan tujuan untuk meracuni orang-orang berpemikiran sempit.

Kita tahu dia membunuh karena mengalami pembantaian Quebec. Dua bulan lalu di Edmonton, teroris sayap kanan memasuki masjid, tapi untungnya dia berhasil dicegah. Umat Muslim sudah siap dan mereka membawanya keluar. Di India ada pembunuhan karena memakan daging sapi setiap harinya, pembunuhan atas orang-orang yang memakan daging sapi. Di Oslo, Norwegia, termasuk nama yang tidak akan pernah aku sebut yang membunuh 70 orang, dan dia menulis manifesto yang mirip dengan ini.

READ  Tragedy of New Zealand, March 15, 2019: We are Muslims (Hear us)

Because of Islamophobia

Islamophobia telah menciptakan kamp pengungsi terbesar di dunia, di Burma, dari penduduk Rohingnya. Islamophobia, ketakutan yang tak logis ini, di Cina telah menciptakan kamp konsentrasi terbesar di dunia, 3 juta Muslim Uyghur yang ditempatkan di kamp konsentrasi. Islamophobia di India yang membuat 4 juta Muslim kehilangan kewarganegaraannya. Di United Nation Genocide Watch, mereka mengamati India sekarang karena ada potensi genosida.

Di Republik Afrika Tengah, sesuatu yang tidak diberitakan pada umumnya, setiap masji telah dihancurkan. Lima ratus masjid telah dihancurkan di Republik Afrika Tengah. Masjidil Aqsha saat ini, Al-Haram ketiga sedang diserang. Di Bab-ur Rahmah, sebuah kerangkeng ditempatkan disana, untuk mengunci umat Muslim agar tidak bisa memasukinya. Ribuan Muslim beribadah dan berdemonstrasi . Dan baru-baru ini mereka diserang di dalam masjid. Kalian tidak melihatnya di berita (karena media tidak pernah memberitakannya). Mereka diserang di dalam masjid.

Jadi ini berlanjut, realita dari situasi kita berlanjut, tapi kita perlu mengingat suri tauladan dari Nabi Muhammad SAW dan para Sahabatnya, hasbunallah wa ni’mal wakil. Mereka percaya pada Allah SWT. Mereka punya apa yang disebut husnudzan billah (berprasangka baik pada Allah). Kita harus punya keimanan yang terbaik, pemahaman kita akan Allah SWT. Kita tidak tahu masa depan, dan jika kita tidak tahu masa depan, maka kita harusnya tidak boleh takut dengan masa depan karena Allah SWT tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Dan husnudzan billah berarti kita percaya pada Allah SWT, kita percaya Allah punya yang terbaik untuk kita. Sebagian dari kita akan hidup lebih lama, sebagian dari kita meninggalkan bumi ini insya Allah dalam keadaan Islam.

Kita harus punya pemahaman positif tentang Sang Pencipta Langit dan Bumi. Dan itulah ujian yang dialami umat ini sekarang. Kita sedang diuji. Kita sedang dibersihkan, Allah akan membersihkan kita, Allah akan memutuskan siapa yang sesungguhnya dan siapa yang tidak.

Setelah ini: Apa yang akan terjadi di masyarakat kita? Apa yang akan terjadi di dunia?

Jawabannya adalah agar jangan meninggalkan masjid.

Salah satu imam di Christchurch, New Zealand, dengan insiden ini terjadi mereka berkata, “tutuplah masjid,” tapi dia (imam itu) berkata, “kami tidak akan meninggalkan rumah Allah SWT. Jika mereka ingin kita pergi, kami akan datang dengan jumlah lebih banyak! Jika mereka ingin kami pergi dari Masjidil Aqsha, jika kami punya kesempatan, kami akan pergi ke Masjidil Aqsha.”

Subkhanallah ….

Jangan pernah tinggalkan rumah Allah SWT.

Desaklah para pemerintah kita sehingga ada pelarangan resmi terhadap Islamophobia, dan secara resmi di dalam masyarakat kita. Ini adalah panggilan untuk bangun, agar tidak kecut, tapi agar fokus akan apa yang terjadi pada kita. Karena dengan memperkuat hubungan, dengan saling mendukung satu sama lain, dengan mendirikan institusi untuk melindungi anak-anak kita, melindungi masyarakat kita, maka kita mendirikan arah yang kuat bagi masa depan Islam disini, begitu juga dengan seluruh dunia.

READ  2 Mei, Sejarah & Makna di Balik Hari Pendidikan Nasional

Ini adalah momen penting bagi umat. Allah SWT telah merahmati kita dengan kitab terakhir. Dia telah menempatkannya di hari dan pikiran kita. Dan jangan pernah pikir kita tidak akan diuji. Jangan pikir bahwa fitnah, bahwa cobaan dan musibah tidak akan datang ke kita, karena ia telah datang ke orang-orang beriman sebelumnya. Tapi orang-orang beriman percaya, mereka punya husnudzan billah, mereka percaya bahwa Allah akan melakukan yang terbaik untuk mereka di dunia ini dan di akhirat. Jadi mari kita renungkan, jika ketakutan ada dalam hati kita, keluarkan, karena hanya Allah SWT yang tahu masa depan. Dan lebih baik bagi kita untuk mati meninggalkan dunia ini sebagai orang Islam, dan jangan berpaling dalam rasa takut.

Kita percaya saudara-saudari kita pergi ke surga, insya Allah mereka mati syahid. Dan salah satu hal yang akan dikatakan orang yang syahid, sebagaimana diriwayatkan Rasulullah SAW, ketika orang syahid ditanya, “apa yang paling kau inginkan?” Dan dia akan berkata, “aku ingin kembali ke dunia sehingga aku bisa lagi untuk Allah SWT karena apa yang telah kulihat sekarang, nikmat yang kulihat sekarang.”

Jadi mari kita ingat saudara-saudari kita terus-menerus, di seluruh dunia ini terjadi. Mari kita mengingat mereka tidak hanya dengan do’a, tapi juga dengan bantuan kita, kecerdasan kita, ini waktunya kita merapatkan barisan. Dan bagi orang-orang yang beriman, jika kita bersabar, ketabahan, maka ini bisa berubah menjadi situasi positif bagi kita dan bukan menyebabkan depresi atau ketakutan.

Allah SWT adalah Pencipta langit dan bumi. Ketika kita mengucapkan “Allahu Akbar, kita benar-benar paham bahwa Allah Maha Besar melebihi apapun di dunia. Semoga Allah SWT memasukkan saudara-saudari kita ke tingkat surga tertinggi, semoga Allah SWT menolong anak-anak yang meninggal di Christchurch, memasukkan mereka ke surga tertinggi. Semoga Allah SWT menolong para syuhada di seluruh dunia, Muslim yang lemah, Muslim di Aqsha, di Republik Afrika Tengah, semoga Allah memudahkan mereka, merapatkan barisan mereka, semoga Allah SWT menolong orang-orang beriman di seluruh dunia dan mengangkat pemimpin di dunia Muslim untuk mengeluarkan kita dari kegelapan menuju cahaya. Dan semoga Allah menolong kita semua agar kalimat terakhir kita adalah, “La ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah.”

Aamiin.


Source: Lampu Islam

0
Avatar
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *