Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Bersiap untuk Windows 7 End of Life: Apa yang Harus Kamu Lakukan?

6 min read

Windows 7 End of Life

Pandita.ID – Microsoft tidak akan lagi memberikan update dan support untuk Windows 7? Ya, keputusan Microsoft ini sebenarnya tidak begitu mengejutkan, justru sudah menjadi agenda Microsoft sejak lama.

Apakah ini sudah waktunya bagi para pengguna setia Windows 7 untuk beralih ke OS yang terbaru?

Jika kamu termasuk salah satu dari pengguna setia Windows 7, panduan ini akan menjelaskan bagaimana kamu dapat mempersiapkan segala sesuatunya terkait berakhirnya dukungan untuk Windows 7 ini. Bersama-sama kita akan melihat mengapa Microsoft mengakhiri dukungan untuk Windows 7, serta opsi apa saja yang kamu miliki.

Microsoft Mengakhiri Dukungan untuk Windows 7

Sejak diluncurkan pada 22 Juli 2009, hingga sekarang Windows 7 masih sangat populer. Netmarketshare bahkan melaporkan bahwa Windows 7 masih digunakan pada kurang-lebih 39% PC yang ada. Terutama di Indonesia, kita pasti sangat familiar degan sistem operasi yang satu ini. Rasa-rasanya hampir setiap perusahaan, sekolah, dan instansi pemerintah rata-rata menggunakannya.

Tetapi mulai 14 Januari 2020, masa Windows 7 sekarang memang benar-benar telah berakhir—atau akan tiba lebih awal jika kamu tidak mengunduh pembaruan terakhir. Hingga saat itu, Windows 7 akan berada dalam fase ‘perpanjangan dukungan’.

Jika kita menengok ke belakang, sebenarnya Microsoft sudah benar-benar mengakhiri dukungan utama untuk Windows 7 pada 13 Januari 2015, yang berarti fitur baru sudah tidak lagi ditambahkan, dan klaim garansi sudah tidak lagi valid lagi. Namun, setelahnya sistem operasi ini ternyata masih diperbaiki dan diperbarui untuk memastikan masalah keamanan dan bug. Tapi kini, ketika Windows 7 memasuki fase akhir, dukungan ini akan berakhir juga.

Dengan tanggal penghentian dukungan untuk Windows 7 yang sekarang sudah di hadapan kita, Microsoft ingin memastikan semua orang tahu bahwa dukungan untuk OS yang sudah berusia satu dekade ini telah berakhir, dan ingin mendorong para penggunanya untuk beralih ke OS yang paling baru (Windows 10).

Terkait hal ini, Microsoft telah merilis update ke Windows 7 (KB4493132) yang akan menampilkan notifikasi yang mengingatkan pengguna Windows 7 untuk upgrade ke Windows 10 sebelum tanggal 14 Januari. Update ini opsional, tetapi siapa pun akan menerimanya jika menghidupkan opsi pembaruan otomatis. Tidakkah ini cukup menunjukkan betapa seriusnya Microsoft dalam membuat orang untuk berhenti menggunakan Windows 7?

Ya, kamu bisa membayangkannya sendiri, baik dari sudut pandang keuangan maupun dalam hal waktu dan daya, untuk menjaga perangkat lunak yang lama mendapat perbaikan dan pembaruan, rasanya apa yang telah dilakukan Microsoft hingga saat ini benar-benar sudah sampai pada titik paling ujung. Terutama dengan adanya versi OS yang lebih baru di luar sana.

Itu semakin masuk akal jika kita melihat bayangan kesuksesan Windows 10. Dan lebih dari itu, mungkin ini waktu yang tepat bagi Microsoft untuk mencurahkan segala daya dan waktu mereka untuk meningkatkan OS terbaru.

Akhir Masa Dukungan Windows 7: Apa yang Harus Kamu Lakukan?

Ketika dukungan untuk Windows 7 itu berakhir, itu bukan hanya berarti Microsoft akan berhenti merilis pembaruan dan perbaikan, itu juga berarti tidak ada lagi bantuan dan dukungan jika kamu menemui masalah.

Namun, itu bukan berarti Windows 7 akan berhenti bekerja. Kamu masih dapat menggunakan Windows 7 selama yang kamu inginkan. Tetapi hanya karena kamu dapat terus menggunakan Windows 7, saran terbaik adalah move on. Kenapa?

Masalah terbesarnya tentu saja PC-mu akan sangat rentan terhadap ancaman karena OS tersebut tidak akan ditambal untuk virus baru atau masalah keamanan lainnya. Terlebih lagi, berakhirnya dukungan untuk Windows 7 ini bisa menjadi peluang besar bagi orang jahat untuk menargetkan virus dan nasties lain di Windows 7.

Jadi, jika kamu masih menggunakan Windows 7, apa yang harus kamu lakukan?

1. Upgrade ke Windows 10

Dari beberapa hal yang akan kami sarankan, hal pertama yang kami sarankan untuk pengguna Windows 7 adalah mempertimbangkan untuk upgrade ke OS  yang lebih baru.

READ:  7 Software Perekam Layar PC Terbaik (2020)

Ya, kamu memang memiliki sejumlah pilihan jika hendak beralih ke sistem operasi yang baru, tapi bagi sebagian besar orang, pilihan yang jelas dan paling sederhana adalah upgrade ke Windows 10. Kenapa?

Upgrade dari Windows 7 ke Windows 10 akan memberimu sejumlah manfaat. Seperti yang kita tahu, Windows 10 juga merupakan produk Microsoft, jadi proses upgrade-nya akan relatif mudah, dan kamu dapat menyimpan semua file di PC ketika melakukan upgrade ke Windows 10. Sebuah opsi dengan minim resiko.

Selain itu, Windows 10 memiliki tata letak dan antarmuka yang hampir mirip dengan windows 7, jadi kamu akan lebih mudah untuk beradaptasi. Dan sebagian besar program yang kamu gunakan juga akan diperbarui agar dapat bekerja di OS terbarumu.

Jika kamu ingin beralih ke Windows 10, kamu dapat membeli salinannya, atau kamu juga dapat upgrade ke Windows 10 secara gratis dengan mendownload file instalasi, dan jalankan untuk memulai proses. Sangat mudah. Sebelum proses instalasi berjalan kamu juga akan ditanya apakah ingin menyimpan file di perangkat atau tidak. Tapi saran terbaik adalah kamu harus tetap memiliki cadangan file untuk berjaga-jaga.

Dan meski opsi ini merupakan solusi paling mudah, ada beberapa alasan lain yang membuat opsi tidak tepat bagi sebagian besar orang. Seperti kenyataan bahwa kamu juga harus membeli lisensi Windows 10, yang harganya mungkin tergolong mahal bagi sebagian besar orang.

Selain itu, mungkin Windows 10 tidak akan bekerja dengan baik karena perangkat PC-mu yang telah usang. Agar Windows 10 dapat bekerja dengan baik, kami merekomendasikan setidaknya PC-mu menggunakan prosesor dual-core 2GHz, mininal RAM 4GB, dan hard drive 160GB.

Jika PC-mu tidak memiliki spesifikasi yang mumpuni untuk menjalankan Windows 10, kamu bisa terlebih dahulu memutakhirkan PC kesayanganmu. Cara ini bisa menjadi opsi paling hemat karena mungkin kamu hanya perlu meng-upgrade beberapa komponen saja.

Atau kamu juga bisa mempertimbangkan untuk membeli PC baru, karena ada kalanya membeli PC baru lebih ekonomis ketimbang meng-upgrade beberapa komponen PC lama yang terbatas. Kami juga telah membuat daftar laptop terbaik 2020 yang bisa kamu jadikan pertimbangan di tahun ini.

2. Beralih ke Linux

Jika kamu mencari opsi yang paling hemat, beralih ke Linux bisa menjadi solusi terbaik.

Sistem operasi open-source yang satu ini sepenuhnya gratis untuk digunakan. Selain itu, Linux juga secara teratur diperbarui oleh komunitas pengembang yang antusias, sehingga kamu dapat menggunakannya dengan aman karena mengetahui bahwa patch keamanan baru diterapkan untuk melindungimu dari ancaman terbaru.

Ada banyak versi Linux yang tersedia di luar sana yang dikenal sebagai distro. Dari sekian banyak distro yang ada, salah satu distro yang paling populer dan sangat ideal bagi pengguna Windows yang beralih ke Linux adalah Ubuntu. Karena selain mudah digunakan, Ubuntu juga didukung oleh banyak aplikasi.

Kamu juga bisa mempertimbangkan Linux Mint jika kamu mencari OS Linux yang memiliki antarmuka yang mirip dengan Windows 7, sehingga kamu tidak akan kesulitan ketika beradaptasi. Atau jika kamu ingin distro Linux dengan tampilan yang lebih bergaya dan berkelas, kamu bisa mencoba Elemntary OS.

Yang terbaik dari beralih ke Linux adalah adanya sejumlah distro yang dirancang khusus untuk dijalankan pada perangkat yang lebih lama, bahkan memungkinkan berjalan lebih baik dari sebelumnya. Jadi kamu dapat berhemat untuk biaya mengganti komponen PC usang milikmu.

Beberapa distro Linux juga dapat dijalankan dari CD atau DVD (yang dikenal sebagai live CD), yang mana kamu tidak perlu menginstall untuk menggunakannya. Jadi semacam trial, dan ini bisa menjadi cara terbaik untuk mencoba distro Linux sebelum memutuskan untuk beralih.

Terlepas dari semua itu, beralih ke Linux juga memiliki beberapa kekurangan. Pertama, Linux adalah sistem operasi yang sama sekali berbeda dengan Windows, itu berarti beberapa aplikasi seperti Microsoft Office tidak akan tersedia. Tapi di sisi lain juga terdapat alternatif, misalanya kamu dapat menggunakan LibreOffice untuk menggantikan tugas Microsoft Office.

READ:  Fitur Terbaru Android 10 dan Cara Menggunakannya

Tapi jika ada program Windows yang tidak bisa kamu tinggalkan, kamu dapat mempertimbangkan untuk menggunakan WINE, dengan alat alternatif ini kamu akan dimungkinkan untuk menjalankan sebagian besar program Windows di Linux.

Dan lebih dari itu, beralih ke Linux juga berarti kamu harus meluangkan waktu untuk belajar dan menyesuaikan diri.

Ah, saya jadi ingat bagaimana saya pertama kali berhadapan dengan PC yang tampilan layarnya tidak pernah saya lihat sebelumnya (Linux). Betapa bingungnya saya saat itu, dengan ekspresi berpikir keras, LOL. Tapi waktu itu saya masih pelajar SMP yang belum lama mengenal komputer, dan tentu hal ini tidak bisa disamakan dengan kalian.

3. Beralih ke Mac

Mungkin ini memang waktu yang tepat bagimu untuk pindah ke Mac, apalagi jika kamu punya dana lebih.

Ya, seperti yang kita ketahui, Apple memiliki reputasi yang sangat baik dalam membangun perangkat keras yang dirancang dengan indah, yang berjalan dengan sistem operasi macOS yang mudah digunakan dan aman terhadap ancaman internet … tetapi harganya relatif mahal.

Tidak seperti Linux, hampir semua program yang biasa kamu gunakan di Windows juga tersedia untuk Mac, meski pada implementasinya nanti kamu mungkin perlu perlu keluar uang untuk membelinya lagi. Selain itu, juga tersedia banyak program alternatif lainnya, dan kamu juga dimungkinkan untuk menggunakan emulator.

Satu-satunya kekurangan dari opsi ini mungkin adalah mahalnya biaya yang akan kamu keluarkan. Akan tetapi, sebagian besar pengguna mengungkapkan bahwa PC Mac cenderung menua lebih baik daripada PC Windows, jadi sepadan dengan harganya.

4. Back-Up File Dokumen

Apapun opsi yang kamu ambil, entah itu upgrade ke Windows 10, beralih ke Linux, ataupun pindah ke Mac, kamu harus memastikan bahwa dokumenmu dicadangkan dengan aman.

Ada berbagai cara untuk mencadangkan dokumen, salah satunya kamu dapat menyalin file penting milikmu ke hard drive eksternal. Atau kamu juga dapat menggunakan layanan penyimpanan cloud, di mana kamu dapat mengunggah data ke internet, kemudian kamu dapat mengunduh dan menyinkronkan file tersebut pada perangkat barumu.

Opsi ini juga menjadi hal wajib jika kamu memutuskan untuk terus menggunakan Windows 7 setelah dukungannya berakhir. Kamu tentu sudah mengerti dengan semua risiko yang ada di hadapanmu, tapi dengan memiliki cadangan file penting kamu berpotensi menghemat banyak waktu dan stres di kemudian hari.

5. Bertahan dengan Windows 7

Ya, ya, saya tahu. Tentu saja ini menjadi dilema besar jika kamu menjalankan bisnis yang masih menggunakan Windows 7. Meng-upgrade semua PC ke Windows 10 atau beralih ke Linux dan Mac itu berarti kamu harus membuat pelatihan lagi untuk semua staff, dan kita tahu semua itu bukan hal yang mudah untuk dikerjakan.

Belum lagi jika mempertimbangkan total biaya yang harus kita keluarkan, *fieuh. Sedangkan di sisi lain kamu juga tidak ingin mengambil risiko (yang dapat merugikan) dengan menjalankan OS yang sudah tidak mendapatkan patch keamanan lagi.

Jika kamu termasuk salah satu orang yang cocok dengan penjelasan di atas, ini bukanlah mimpi buruk bagimu. Dan kabar baiknya adalah Microsoft akan menawarkan ‘Windows 7 Extended Security Updates’, yang akan terus memberikan pembaruan dan tambalan untuk pengguna bisnis setelah Januari 2020.

Akan tetapi, pembaruan keamanan yang diperluas ini akan memakan biaya dengan basis per perangkat, dan lumayan mahal kalau menurut kami. Biaya langganan untuk tahun pertama $25 untuk versi Enterprise dan $50 untuk versi Pro, dan harga tersebut akan terus naik dua kali lipatnya untuk tahun kedua langganan.

Dan karena ini adalah biaya per perangkat, tentu saja ini akan menjadi sangat mahal bagi bisnis yang menggunakan banyak PC dengan OS Windows 7. Ya, mungkin ini salah satu alasan kenapa kita disebut sebagai pebisnis, karena sewaktu-waktu kita bisa dibuat pusing dengan berbagai perubahan yang ada. Hahaha.

Jadi bagaimana, sudah mempertimbangkan untuk memilih opsi yang mana untuk ke depannya? Atau masih bingung dan menimbang-nimbang? Tulis di kolom komentar.

0
Avatar
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *