Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Cara Terbaik Menyambut Ramadhan

3 min read

Cara Terbaik Menyambut Ramadhan

Ramadhan telah ada di depan kita, bulan penuh berkah yang dinantikan seluruh umat muslim di dunia.

Ramadhan, bulan yang penuh berkah ini adalah hadiah istimewa dari Allah SWT untuk seluruh umat-Nya. Karena sejatinya, (Ramadhan) mempersiapkan kita setiap tahunnya agar senantiasa kerja keras dalam praktik menjalani kehidupan selama 11 bulan setelahnya.

Siapapun ia yang beruntung untuk bertemu dan memasuki bulan Ramadhan, sudah sewajarnya bersenang hati dalam menyambut datangnya Ramadhan dan hendaknya bersyukur bahwa telah diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan lagi.

Satu hal yang perlu kita ketahui, banyak orang yang berasumsi—dan sayangnya terdapat banyak orang di zaman sekarang; mereka menyiapkan Ramadhan tepat di malam menjelang Ramadhan itu tiba …. Dan di malam ketika semua orang saling berdebat apakah Ramadhan jatuh pada hari ini atau besok …. Kelompok ini puasa sekarang, kelompok yang di sana puasa besok, dan ada perpecahan yang terjadi di malam Ramadhan.

Kita harus tahu bahwa setan masih ada sampai malam bulan Ramadhan. Lalu seseorang memulai puasa Ramadhan dan mencoba melakukan berbagai kebaikan, dan pada saat Ramadhan selesai, ini bagaikan tidak ada yang terjadi—tidak ada perubahan atau peningkatan yang terjadi, sama sekali. Ini tak ubahnya bagaikan gelombang di laut yang tiba-tiba datang dan pergi, Ramadhan tidak dijadikan sebagai batu lompatan bagi mereka.

Tapi ada juga orang-orang yang menyiapkan Ramadhan dua bulan sebelumnya. Pernahkah kamu mendengar bahwa Rasulullah SAW memberitahu kita tentang keutamaan bulan Rajab? Kamu tahu bulan Rajab? Ini adalah dua bulan terakhir sebelum bulan Ramadhan.

Di bulan Rajab, Rasulullah SAW biasanya menambah puasanya. Lalu setelah itu Syawal datang, dan Aisyah RA seringkali seringkali berkata, “aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menambah ibadahnya, berpuasa lebih banyak, dan bersedekah lebih banyak, dan melakukan amalan kebaikan lebih banyak dari bulan lainnya dibandingkan di bulan Syawal.” 

Yang menjadi pertanyaannya adalah; kenapa Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk bersiap seperti ini?

Karena setan telah siap. Ya, setan telah siap. Dan nafsumu akan mempengaruhimu. Jadi kamu harus melatihnya sebelum Ramadhan tiba sehingga kamu bisa mendapatkan yang terbaik; yang terbaik dari bulan Ramadhan.

READ  4 Golongan Manusia dalam Menyambut Ramadhan [#1]

Ada kisah yang indah tentang Sahabat Rasulullah SAW, dimana mereka biasanya menyiapkan bulan Ramadhan 6 bulan sebelumnya. Dan ketika Ramadhan selesai, mereka tetap beribadah dan berdo’a kepada Allah SWT selama 6 bulan setelahnya agar Allah SWT mau menerima amalan Ramadhan mereka. Ya, tepat sekali apa yang kamu pikirkan. Jadi ini satu tahun penuh, bukan hanya satu bulan.

Dan setan tahu betul akan hal ini, dia adalah musuhmu. Setan tahu bahwa bulan Ramadhan akan menjadi momen kepergian mereka (sementara), jadi mereka harus bersiap untuk membuatmu kalah. Mereka bersiap untuk membuatmu kalah. Maka dari itu kita harus bersiap sebelum Ramadhan tiba.

Jika masih bisa, atau jika kebetulan kita sekarang masih ada di bulan Syawal, kita bisa menyiapkan diri kita dengan mencontoh apa yang dilakukan oleh baginda Rasul kita yang biasa meningkatkan puasa dan ibadahnya di seluruh bulan Syawal—meskipun pada dasarnya tidak ada hari khusus di bulan Syawal dimana kita harus menambah puasa.

Dan sungguh, hal tersebut mempunyai efek yang sangat besar pada saat kita sampai di bulan Ramadhan. Kita akan menjadi lebih siap dibandingkan dengan orang lain. Bahkan, kita akan menjadi orang yang akan merasakan rahmat rahasia yang dianugerahkan pada orang-orang di bulan Ramadhan dengan energi luar biasa yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain. Kita akan mendapati diri kita bisa bangun di tengah malam tanpa masalah apapun, mata kita akan terbuka begitu saja di waktu sahur seakan-akan kita telah tidur di sepanjang malam itu.

Tidak hanya itu saja, kita juga hendaknya membiasakan diri untuk membaca Qur’an tidak hanya pada bulan Ramadhan saja, tetapi pada hari-hari atau bulan sebelum Ramadhan pun. Kita harus berlatih untuk membiasakan hal itu.

Dan percaya atau tidak, jika kita telah sampai di bulan Ramadhan, dengan kebiasaan membaca Qur’an yang sudah kita biasakan sebelumnya dan masih kita teruskan hingga Ramadhan berlangsung, hati kita akan terus berdetak seakan-akan kita sedang membaca ayat-ayat al-Qur’an.

READ  Kenapa Umat Islam Wajib Membayar Zakat Fitrah? Penjelasan Mengenai Zakat Fitrah [#8]

Aku kenal orang-orang yang seringkali membaca Qur’an saat Ramadhan—kami sering ber-tadarus bersama di masjid setiap tahunnya—ketika mereka tidur dan terbangun, mereka merasa bibir mereka kering seakan-akan mereka telah membaca Qur’an di sepanjang malam. Merekalah orang-orang yang mempersiapkan diri mereka.

Ibarat sebuah gunung, Ramadhan adalah puncaknya. Untuk mencapai puncak itu, apakah kita hanya membawa peralatan/perlengkapan dan mendaki gunung itu begitu saja? Bisa saja. Tapi itu akan memakan terlalu banyak energi dan akan terasa begitu berat, risiko gagalnya pun sangat besar.

Bahkan, dalam dunia pendakian, hal yang semacam itu sangat tidak dianjurkan dan sebisa mungkin dihindari. Bahwa ada baiknya jika kita sudah mengira-ngira seperti apa medan yang akan kita hadapi nanti, apa-apa saja yang kita perlukan nanti, serta pemanasan dan latihan macam apa yang perlu dilakukan jauh-jauh hari (yang tentu saja tidak dilakukan hanya dalam sekali dua kali), hal-hal semacam ini yang dianjurkan.

Untuk apa?

Jadi ketika kita sampai di gunung itu, setidaknya kita sudah punya ancang-ancang agar pendakian tersebut sukses dari awal hingga akhir.

Dan karena Ramadhan adalah mendaki gunung, dan ketika kita sampai di puncaknya (insya Allah), baginda Rasul bersabda: “Semoga hidungnya tergosok debu, semoga hidungnya tergosok debu, semoga hidungnya tergosok debu,” sebanyak tiga kali.

Kemudian para Sahabat bertanya: “Siapa ya Rasulullah?”

Beliau bersabda: “Barang siapa yang sampai pada Ramadhan tapi mereka belum diampuni.” 

Ini berarti tidak ada kesempatan yang lebih besar dibandingkan bulan Ramadhan untuk ampunan kita. Kita semua yang telah menyesali dosa-dosa … kita yang memiliki dosa rahasia yang tidak di ketahui oleh orang lain … dan kita menangis di malam hari saking begitu bersalahnya … hampir putus asa … insya Allah, inilah waktu bagi kita untuk menghilangkan segala beban itu dari pundak kita, dan menggantinya dengan kebahagiaan manisnya iman di hati kita yang tak pernah kita rasakan sebelumnya.

Salam Ramadhan untuk kita semua.

0
Avatar
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

2 Replies to “Cara Terbaik Menyambut Ramadhan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *