Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Kebakaran Parah Hutan Amazon Membuat Bumi Semakin dalam Bahaya!

2 min read

Kebakaran Parah Hutan Amazon Membuat Bumi Semakin dalam Bahaya

Hutan hujan Amazon telah terbakar dengan rekor paling parah dalam sejarah: Bumi kita semakin dalam bahaya!


Pandita.ID – Hutan Hujan Amazon merupakan salah satu sumber daya dunia yang paling berharga, yang menghasilkan lebih dari 20 persen oksigen di planet ini dan merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati paling banyak di dunia. Akan tetapi, karena cara manusia memperlakukan Bumi, kini kita kehilangan lebih banyak dan lebih banyak lagi Amazon setiap hari.

Menurut Lembaga Penelitian Luar Angkasa Nasional Brazil atau National Institute for Space Research (INPE), kebakaran telah membakar hutan hujan Amazon Brasil tahun ini pada rekor tertinggi yang pernah tercatat.

*Baca terus untuk mengetahui mengapa kebakaran ini terjadi, dan apa yang dapat kita lakukan.*

Terbakarnya Hutan Hujan Amazon Membuat Bumi Semakin dalam Bahaya

Seperti dilansir dari CNN, INPE telah melacak kebakaran di hutan hujan Amazon Brasil sejak 2013. Sejauh ini, antara Januari dan Agustus tahun ini, terdapat 72.843 kebakaran di Brasil, di mana 60 persen dari hutan hujan Amazon berada. Angka tersebut telah meningkat 80 persen dari Januari hingga Agustus 2018. Kebakaran ini telah menghancurkan hutan hujan Amazon. Dan ketika hutan hujan kehilangan semakin banyak pohon dan keanekaragaman hayati, semakin berat kini untuk memperlambat krisis perubahan iklim.

Selain menyediakan lebih dari seperlima oksigen di planet ini, pohon-pohon hutan hujan Amazon juga menyimpan sejumlah besar karbon dan menjaga karbon itu keluar dari atmosfer, sehingga mengurangi jumlah panas yang diserap atmosfer, yang dikenal sebagai pemanasan global.

Menurut BBC, hutan hujan Amazon mengandung sekitar 3 juta spesies hewan dan tumbuhan yang berbeda, keanekaragaman hayati tersebut lebih banyak daripada yang ada di belahan Bumi lain.

READ  7 Negara Amerika Selatan Tandatangani Pakta Perlindungan Hutan Amazon

Sementara BuzzFeed melaporkan, bahwa kebakaran yang menghancurkan Amazon akan memiliki dampak negatif bagi seluruh planet, penduduk Brasil telah menyaksikan bagian terburuknya secara langsung. Minggu ini, kebakaran hutan menyebabkan langit di atas Sao Paulo ditutupi mendung asap, membuat tengah hari terlihat seperti malam hari. Banyak warga yang berbagi foto langit yang mencolok di Twitter.

Langit Sao Paulo Tertutup Mendung Asap Akibat Kebakaran Parah Hutan Hujan Amazon
Foto by @leandromota_

Atau foto luasnya kebakaran yang ditangkap dari kamera setelit seperti berikut ini.

Foto Kebakaran Hutan Hujan Amazon dari Luar Angkasa

Bahkan kini berbagai tagar tentang kebakaran ini ramai dalam jajaran trending topik, seperti halnya #PrayForTheAmazon dan lain sebagainya.

Jadi, apa yang menyebabkan semua kebakaran ini?

Penyebab Kebakaran Hutan Hujan Amazon

WWF melaporkan, dalam beberapa dekade terakhir, aktivitas manusia telah menyebabkan deforestasi yang signifikan di Amazon. Selama 50 tahun terakhir, 17 persen hutan hujan Amazon telah ditebang dan dihancurkan oleh manusia, 80 persen di antaranya untuk peternakan sapi (untuk menghasilkan daging sapi dan susu). Sebagian besar sisa deforestasi di Amazon disebabkan oleh pembalakan liar, pemanenan minyak kelapa sawit, dan penanaman kedelai untuk memberi makan ternak—sekitar 67 persen kedelai dunia ditanam untuk memberi makan ternak.

Seperti yang dijelaskan oleh penelitian NASA, menebang pohon mengganggu pola hujan alami Amazon sehingga dapat menyebabkan kekeringan. Menariknya, menurut laporan dari Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional, untuk sebagian besar sejarah, kelembaban tinggi alami Amazon sebenarnya justru malah membantu menjaga hutan hujan dari api. Namun, berkat meningkatnya deforestasi dan kekeringan dalam beberapa tahun terakhir, Amazon telah menjadi lebih rentan terhadap kebakaran.

Presiden Brazil Jair Bolsonaro, yang telah mengancam akan menarik Brasil dari Perjanjian Paris dan mengatakan bahwa dia ingin mengembangkan Amazon, menanggapi berita minggu ini dengan menyalahkan kebakaran pada organisasi non-pemerintah. Bolsonaro mengatakan via Facebook Live bahwa “semuanya menunjukkan” bahwa organisasi non-pemerintah membakar hutan hujan Amazon, sebagai tanggapan terhadap pemerintahannya yang memotong dana untuk LSM. Namun, ketika dimintai bukti untuk mendukung teori itu, ia tidak memiliki satu pun untuk diberikan, dan berkata “itu bukan bagaimana hal itu dilakukan,” seperti dikutip Reuters.

Apa yang bisa kita lakukan?

Tanpa dukungan yang diperlukan dari pemerintah Brasil, hutan hujan Amazon bisa berada dalam masalah besar. Artinya:

Krisis perubahan iklim akan terus berjalan dan akan menjadi lebih buruk.

Namun, sekecil apapun itu, kita masih memiliki andil terkait masalah pelik ini. GreenMatters membuat daftar beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi kontribusi pribadi kita terhadap deforestasi Amazon, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mengurangi daging sapi dan susu dari makanan kita.
  2. Donasi ke organisasi-organisasi yang bergerak dan berjuang untuk melindungi Amazon, seperti Amazon Watch misal.
  3. Hindari membeli makanan, perabot, atau kertas yang berasal dari Amazon.
  4. Berhenti membeli makanan dan produk lain yang dibuat dengan minyak kelapa sawit, yang mana merupakan penyebab signifikan lain dari deforestasi hutan.
READ  Meluruskan Fakta Sejarah Pelengseran Gus Dur

Ingat!

Hutan adalah Paru-Paru Dunia. Hilangnya hutan berarti hilangnya organ pernafasan kita.

0
Avatar
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

2 Replies to “Kebakaran Parah Hutan Amazon Membuat Bumi Semakin dalam Bahaya!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *