Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Kenapa Virus Corona Tidak Masuk Indonesia?

3 min read

Kenapa Virus Corona Tidak Masuk ke Indonesia?

Pandita.ID – Hingga kini, jumlah kasus positif infeksi Virus Corona Covid-19 atau 2019-nCoV terus meningkat di seluruh dunia. Demikian dengan angka kematian yang disebabkan juga terus bertambah secara signifikan di beberapa negara.

Dari data yang disampaikan oleh South China Morning Post, hingga Senin (2/2/2020) pagi ini total kasus positif infeksi virus corona yang telah tercatat di seluruh dunia telah mencapai angka 88.227 kasus. Dari semua kasus tersebut, di antaranya terdapat sebanyak 3.006 kematian yang diakibatkan dan jumlah pasien yang sembuh sebanyak 41.997.

WHO sendiri telah menyatakan bahwa wabah virus corona ini telah mencapai risiko dengan level tertinggi untuk dunia.

Negara yang Dikonfirmasi Positif Terinfeksi Virus Corona hingga 2 Maret 2020

Dari data yang disampaikan South China Morning Post, virus ini telah menyebar di seluruh benua di dunia, kecuali Antartika. Hingga sekarang data menyebutkan bahwa terdapat 64 negara di dunia yang telah mengonfirmasi infeksi virus corona Covid-19, di antaranya adalah sebagai berikut: Cina, Korea Selatan, Italia, Iran, Jepang, Perancis, Singapura, Amerika Serikat, Spanyol, Jerman, Kuwait, Thailand, Taiwan, Bahrain, Inggris, Malaysia, Australia, Uni Emirat Arab, Kanada, Irak, Norwegia, Vietnam, Swedia, Belanda, Swiss, Kroasia, Mesir, Lebanon, Finlandia, Oman, Austria, Israel, Rusia, Meksiko, Pakistan, Filipina, Republik Ceko, India, Rumania, Belarus, Belgia, Brasil, Denmark, Georgia, Afghanistan, Algeria, Armenia, Azerbaijan, Kamboja, Republik, Dominika, Ekuador, Yunani, Estonia, Islandia, Irlandia, Lithuania, Monaco, Nepal, Selandia Baru, Nigeria, Macedonia Utara, Qatar, San Marino, dan Sri Lanka.

Lonjakan penyebaran paling signifikan terjadi di luar Cina dengan jumlah terbesar terjadi di Korea Selatan, yakni mencapai lebih dari 3.000 kasus, dan Italia yang terus mengalami kenaikan hingga lebih dari 1.000 kasus.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Sudah sebulan sejak Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah virus corona Covid-19 atau 2019-nCoV sebagai status darurat kesehatan global, sampai sekarang Indonesia masih menjadi negara yang belum mengonfirmasi adanya kasus infeksi dari virus ini. Hal ini tak pelak menjadi sorotan internasional.

Seperti yang telah ramai pada pertengahan Februari kemarin, beberapa pakar dari dalam maupun luar negeri telah mengajukan pertanyaan dan kritik tentang kurangnya kasus yang dilaporkan di Indonesia. Bahkan, para peneliti dari Universitas Harvard juga telah menyarankan bahwa mungkin ada “kasus yang tidak terdeteksi” di Indonesia, dan merekomendasikan pemerintah untuk memperkuat sistem pendeteksiannya—masalah ini pun sempat menimbulkan debat nasional dengan Menteri Kesehatan Negara Terawan Agus Putranto yang menyebut studi Harvard “menghina” dan berpendapat bahwa pemerintah belum mencatat satu kasus pun itu “semua karena doa”.

Dan memang bukan tanpa alasan, pasalnya sebagai negara dengan kepadatan penduduk nomor 4 di dunia, yang dikelilingi oleh negara-negara yang dikonfirmasi positif terinfeksi Covid-19, dan sebagai negara destinasi wisata favorit bagi warga mancanegara khususnya Cina–terlebih Indonesia memiliki berbagai hubungan yang erat dengan Cina, tetapi sampai sekarang belum ada satupun kasus yang dilaporkan positif terkait wabah ini.

READ:  Memperingati Isra' Mi'raj dan Nyepi di Tengah Wabah Virus Corona

Analisis Kenapa Virus Corona Tidak Masuk ke Indonesia

Sebagai warga negara yang tinggal di Indonesia, sebagian besar dari kita tentu ada yang bertanya-tanya kenapa Indonesia masih menjadi negara yang aman terkait wabah virus corona Covid-19 ini. Dan tidak hanya warga Indonesia saja, tapi hal ini juga telah menjadi tanya besar bagi dunia.

Jadi, kenapa virus corona tidak masuk Indonesia?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia dan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia Hermawan Saputra beberapa hari yang lalu telah memaparkan analisisnya terkait mengapa virus Corona tidak masuk ke Indonesia dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/2/2020).

Hermawan mengatakan bahwa salah satu alasan yang membuat kenapa virus corona tidak masuk ke Indonesia adalah adanya perbedaan ras antara penduduk Indonesia dengan penduduk negara-negara yang masif terpapar corona. Menurutnya, karena kita tergolong dalam rumpun ras Melayu, maka reseptornya dianggap berbeda.

Tapi bukankah  Singapura dan Malaysia juga punya ras yang sama dengan Indonesia? Mereka termasuk negara yang terpapar corona.

Meski begitu, menurut Hermawan Indonesia punya kelebihan tersendiri sehingga mampu menangkal virus tersebut. Dia menilai Indonesia punya banyak tenaga kesehatan yang dianggap dapat melakukan deteksi dini virus corona. Dia juga mengatakan bahwa Indonesia memiliki tenaga surveilance yang tersebar di seluruh Indonesia yang cukup untuk melakukan early detection.

Selain itu, di lain kesempatan Menkesneg Yurianto juga pernah mengatakan bahwa salah satu penyebab kenapa virus corona tidak masuk ke Indonesia adalah karena udara Indonesia tidak seperti udara di Cina yang subtropis. Dia menjelaskan, mengulangi klaim yang belum diverifikasi, bahwa virus corona yang baru mirip dengan patogen yang menyebabkan flu musiman, penyakit yang lebih banyak terjadi selama cuaca dingin.

READ:  COVID-19: Lockdown VS Pembatasan Sosial Berskala Besar & Darurat Sipil

Di sisi lain, Hermawan juga menduga ada tiga teori yang membuat Indonesia tidak mendeteksi adanya virus corona. Pertama, laporan penderita corona terlapor di bawah tetapi tidak sampai di pusat. Kedua, kemungkinan adanya failure detetection. Dan ketiga adalah kemungkinan adanya dismatch antara standar WHO dengan program yang dijalankan di Indonesia.

Tetap Waspada dan Antisipasi Virus Corona

Meski sampai sekarang Indonesia (boleh dikatakan) masih kebal terhadap wabah virus corona, bukan berarti hal ini lantas membuat kita jadi jumawa. Justru, kita harusnya lebih waspada dan terus melakukan antisipasi agar tidak terserang wabah ini.

Untuk itu, perlu bagi kita untuk mengetahui dan mengenali bagaimana gejalanya, serta langkah-langkah apa saja yang bisa kita lakukan sebagai pencegahannya.

Gejala Infeksi Virus Corona

Melansir dari Halodoc, virus corona bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Gejala yang muncul ini bergantung pada jenis virus corona yang menyerang dan seberapa serius infeksi yang terjadi. Berikut beberapa gejala virus corona yang terbilang ringan:

  • Demam.
  • Batuk pilek.
  • Sakit kepala.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hidung beringus.
  • Merasa tidak enak badan, letih dan lesu.

Hal yang perlu ditegaskan adalah bahwa beberapa virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah. Seperti wabah virus corona yang disebabkan oleh Covid-19 atau 2019-nCoV, yang mana Infeksinya dapat berubah menjadi bronkitis dan pneumonia, yang menyebabkan beberapa gejala seperti:

  • Demam yang cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia.
  • Batuk berlendir.
  • Sesak nafas atau gangguan pernafasan.
  • Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.

Note! Infeksi bisa lebih parah bila menyerang kelompok individu tertentu, di antaranya seperti: Orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, bayi, dan lansia.

Cara Mencegah Infeksi Virus Corona

  • Sering cuci tangan dengan sabun yang mengandung desinfektan.
  • Menggunakan masker.
  • Hati-hati jika melakukan kontak dengan hewan.
  • Segera ke fasilitas kesehatan bila batuk, pilek, dan sesak nafas.
  • Tidak mengonsumsi daging mentah.
  • Memakan makanan yang dimasak matang sempurna.
  • Konsumsi gizi seimbang.
  • Rajin olahraga dan istirahat yang cukup.
0
Ahmad Ali Buni
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *