Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Ketika Mahasiswa Telah Bangun dari Tidurnya, #MahasiswaBergerak!

2 min read

Ketika Mahasiswa Bangun dari Tidurnya, #MahasiswaBergerak!

Pandita.ID – Kamis 9 September 2019, di hari-hari terakhir masa jabatannya, DPR dibanjiri massa. Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas (UI, ITB, Trisakti, Unindra, Upi Bandung, Unsika, dan universitas lainnya) bersama-sama menyuarakan penolakan keras terhadap sejumlah RUU bermasalah.

Selain memprotes pengesahan pasal-pasal kontroversial, penyambung suara rakyat itu juga memprotes kenaikan iuran BPJS dan harga bahan pokok, perampasan lahan, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Aksi para mahasiswa yang telah bangun dari tidurnya itu sontak menjadi sorotan khalayak. Di media sosial twitter, aksi yang ditandai dengan hashtag #MahasiswaBergerak itu pun telah menjadi trending topik, bahkan menembus ke jajaran trending topik dunia.

Gedung DPR Disita Mahasiswa

Dalam aksinya, massa juga secara simbolis memasang sepanduk yang bertuliskan “GEDUNG INI DISITA MAHASISWA” di gerbang gedung DPR RI. Sekilas pemandangan yang berhasil membuat saya merinding dibandingkan ribuan mahasiswa itu sendiri.

Mulai dari sore hari, perwakilan mahasiswa dari berbagai universitas secara bergantian mengutarakan sudut pandang mereka dalam menolak revisi UU KPK dan RUU KUHP. Ketua BEM UI Manik Marganamahendra mengatakan bahwa demonstrasi kali ini merupakan puncak kemarahannya mahasiswa dan kemungkinan akan disusul dengan aksi-aksi lanjutan.

Ia dan mahasiswa lainnya sangat menyayangkan permasalahan-permasalahan yang terjadi belakangan ini, mulai dari korupsi sampai dengan demokrasi di Indonesia yang makin lama makin terancam.

“Dari revisi UU KPK saja itu sudah tidak pro terhadap upaya pemberantasan korupsi yang justru malah disahkan,” kata Manik.

Selain itu, Manik juga menjelaskan bahwa saat ini tengah bergulir proses pengesahan RKHUP di DPR. Padahal, menurutnya, banyak pasal dalam RKUHP berisi pemidanaan yang tidak jelas.

“Kemudian kedua adanya wacana untuk akhirnya mengesahkan RKHUP, yang padahal pasal-pasal di dalamnya masih ngawur, banyak yang masih bermasalah. Mulai dari permasalahan korupsi itu sendiri, kemudian demokrasi.Yang paling kita soroti dua hal tersebut justru malah membuat mosi tidak percaya kita pada negara,” kata Manik.

READ  Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Tidak Berminat untuk Kuliah?

Aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa ini terus berlangsung hingga pukul 19.55 WIB. Massa aksi masih berada di lokasi lantaran menunggu perwakilan mereka yang tengah membuat kesepakatan dengan pihak DPR. Sebanyak 28 perwakilan mahasiswa diterima dan melakukan audiensi dengan Sekjen DPR RI, Indra Iskandar.

Dalam audiensi tersebut, dibuatlah butir-butir kesepakatan antara mahasiswa dengan Sekjen DPR yang prosesnya berlangsung alot. Sampai pada pembuatan butir-butir kesepakatan, perwakilan mahasiswa dan Indra Iskandar masih bersikeras dengan pendapatnya masing-masing.

Mahasiswa mengupayakan pembatalan terhadap revisi UU KPK, namun Indra menjelaskan keinginan mahasiswa tersebut bukan kewenangannya. Indra kemudian menjanjikan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa dalam aksi tersebut akan disampaikan ke pemimpin DPR.

Mendengar hal itu, perwakilan mahasiswa kemudian meminta agar Indra menandatangani kesepakatan hitam di atas putih.

Selain itu, perwakilan mahasiswa juga meminta agar Indra bersedia untuk menemui mahasiswa lainnya yang berada di luar gedung DPR RI sebagai simbolisasi kesepakatan antara mahasiswa dengan parlemen. Namun permintaan tersebut ditolak oleh Indra karena agendanya yang rapat.

Kehadiran perwakilan mahasiswa yang kembali bergabung ke lokasi aksi disambut sorak-sorai. Kemudian hasil dari kesepakatan yang telah dibuat itu pun dibacakan di depan seluruh massa yang hadir.

Adapun poin-poin dari kesepakatan tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Aspriasi masyarakat indonesia yang direpresentasikan mahasiswa akan disampaikan kepada pimpinan DPR RI dan selurh anggota dewan.

2. Sekjen DPR RI akan undang dan libatkan seluruh mahasiswa yang hadir dalam pertemuan tanggal 19 September ini, dosen atau akademisi, serta masyarakat sipil untuk hadir dan berbicara setiap RUU lainnya yang belum disahkan.

3. Sekjen DPR menjanjikan akan sampaikan keingina mahasiswa untuk buat pertemuan dalam hal penolakan revisi UU KPK dan RKUHP dengan DPR serta kepastian tanggal pertemuan sebelum tanggal 24 September 2019.

READ  Petunjuk untuk Memilih Presiden pada 17 April 2019

4. Sekjen DPR akan menyampaikan pesan mahasiswa pada anggota DPR untuk tidak mengesahkan RUU pertanahan, RUU ketenagakerjaan, RUU minerba dan RKUHP dalam kurun waktu 4 hari ke depan.

Tak terhitung banyaknya masyarakat dari berbagai kalangan yang mendukung #MahasiswaBergerak, termasuk saya pribadi. Saya mendukung #MahasiswaBergerak karena saya haqqul yakin mereka semua kini sedang berjuang untuk meluruskan pelaksanaan agenda reformasi yang sebelumnya diperjuangkan oleh para pendahulunya pada 1998.

Ingat, Bung Karno sendiri pernah berkata:

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah!”

Jadi sekedar untuk mengingatkan kembali tentang tuntutan sejati dari reformasi itu sendiri, berikut adalah 6 tuntutan reformasi yang didorong oleh berbagai elemen bangsa, termasuk mahasiswa tentunya:

  1. Amandemen UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  2. Penghapusan doktrin dwifungsi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.
  3. Penegakkan supremasi hukum, penghormatan hak asasi manusia, serta pemberantasan korupsi-kolusi-dan nepotisme.
  4. Desentralisasi dan hubungan yang adil antara pusat dan daerah.
  5. Mewujudkan kebebasan pers.
  6. Mewujudkan kehidupan demokrasi.

Inilah yang harus kita ingat, agenda reformasi yang harus kita kawal bersama sampai terwujud dengan senyata-nyatanya. Jangan sampai tetesan keringat, darah, dan air mata dari para pahlawan reformasi terbuang sia-sia. Agenda reformasi harus tetap menjadi pedoman selama orde reformasi ini berdiri.

Namun nyatanya, di antara 6 agenda reformasi itu kini telah coba dihianati. Jadi jangan tanya jika kini teman-teman kami melakukan aksi karena Anda-Anda sekalian hai para penguasa yang menggerogoti Ibu Pertiwi. Karena ketika suara rakyat tak didengar, ketika trias politika kong-kalikong, ketika telinga-telinga mbudeg, maka teman-teman kami ini akan bergerak.

Tidak lupa ungkapan terimakasih saya sampaikan teruntuk teman-teman mahasiswa yang telah dengan gagah berani turun ke jalanan untuk menyuarakan segala sesak kami. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi teman-teman sekalian yang berjuang atas nama keadilan demi Ibu Pertiwi yang lebih baik.


Vox populi, vox dei. Suara rakyat adalah suara Tuhan.

0
Avatar
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *