Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Kuliah Tidak Menjamin Masa Depan!

3 min read

kuliah tidak menjamin masa depan

Di lihat sekilas dari judulnya saja sudah sedikit menggambarkan, bahwa apa yang ditulis di artikel ini bisa jadi akan menjadi sebuah kontroversi dalam pandangan masyarakat pada umumya, terutama bagi pembaca yang secara langsung membacanya.

Tetapi inilah opini, gagasan, atau pemikiran yang ingin sekali aku tuangkan dalam kurang lebih sembilan tahun ini (terhitung sampai artikel ini ditulis). Dan selama kurang lebih sembilan tahun itu pula, dengan berbagai perjalanan, pengalaman, dan kisah hidup yang telah aku lalui dan temui, pada akhirnya aku tulis apa yang menjadi maksud dan tujuanku ini. Meski sebenarnya aku lebih suka menyebutnya sebagai ‘berbagi’.

*Sebelumnya, aku ingin memberitahukan bahwa sebenarnya aku termasuk orang yang tidak nyaman dan mencoba menghindari untuk menggunakan sebutan ‘Anda’ dalam dialog bahasa Indonesia (kecuali saat aku sedang marah kepada seseorang), dan lebih suka menggunakan ‘kamu’, atau ‘kalian’—bisa dicek dari postingan yang sebelum-sebelumnya. Dan kalaupun aku menggunakan sebutan ‘Anda’, bukan berarti karena aku marah, melainkan tidak lebih sekadar sebagai pelengkap kosa kata dalam sebuah tulisan.*

Lanjut ke topik yang menjadi bahasan utama ….

Kuliah Tidak Menjamin Masa Depan Kalian!

Terutama bagi Anda yang lulusan sarjana atau di atasnya, terlebih lagi jika saat ini kalian termasuk seorang yang sukses dalam pekerjaan atau usaha yang kalian jalankan, mungkin pernyataan ini akan menimbulkan kegusaran bagi kalian.

Akan tetapi pikirkan ini baik-baik, apakah kesuksesan yang kalian dapatkan saat ini dikarenakan gelar pendidikan yang kalian miliki? Dan jawaban paling tidak jujur adalah dengan berkata “ya”. Kenapa?

Jujur saja, ingat akan semua hal yang telah Anda lalui baik-baik, maka Anda akan menjawab pertanyaan sebelumnya dengan jawaban selain “ya”. Dan Anda semua sadar bahwa yang menjadi faktor utama atas kesuksesan yang Anda raih saat ini adalah berkat usaha dan kerja keras Anda dalam mewujudkannya. Bukan begitu?

Ayolah … jujur saja, tidakkah Anda setuju dengan pernyataan ini?

Terlepas dari setuju atau tidaknya Anda dengan pernyataan di atas, saya kembalikan kepada Anda.

Atau … anggap saja pernyataan di atas sebagai sebuah kalimat pembuka yang akan mengarahkan pada inti dari tulisan ini—yang mana sebenarnya lebih ditujukan kepada teman-teman sesamaku; para milenial muda, yang baru akan melangkahkan kaki, maupun yang masih bergulat dalam perjuangan meraih masa depan yang diimpikan masing-masing ….

READ  Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Tidak Berminat untuk Kuliah?

BTW, ada pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepada kalian semua: Apa yang menjadi ‘tujuan’ kalian kuliah?”

Apa tujuan kalian kuliah?

Sebelumnya, perlu aku tegaskan kalau yang aku tanyakan di sini adalah ‘tujuan’, ya. TUJUAN—yang mana itu merupakan hal yang ingin kalian capai atau hasilkan—sebuah target yang ingin kalian capai melalui rencana-rencana yang kalian wujudkan melalui tindakan nyata, dan dalam hal ini adalah kuliah. Jadi, aku tanyakan kembali, apa sih yang menjadi TUJUAN kalian kuliah?

Apakah untuk mendapatkan pekerjaan?

Ya, ya … jawaban yang akan kalian berikan mungkin akan bermacam-macam. Tapi, dari sekian banyak jawaban yang ada, kita kerucutkan saja (agar lebih mudah) bahwa yang menjadi tujuan ‘kebanyakan orang’ masuk ke perguruan tinggi adalah agar atau untuk mendapatkan pekerjaan yang baik begitu lulus dari sana. Hmm, bukankah mayoritas orang begitu?

Ya … tidak bisa dipungkiri bahwa sejak usia dini, kita sering diberitahu bahwa jika kita ingin mendapatkan pekerjaan yang baik maka kita harus kuliah. Dan yang sudah tertanam dalam kepercayaan masyarakat kita pada umumnya adalah bahwa pendidikan tinggi memiliki konotasi dengan pekerjaan yang lebih menghasilkan banyak uang dan mengarah pada kesuksesan.

Ada data statistik yang mendukung pernyataan dan kepercayaan itu dan menunjukkan bahwa orang yang kuliah dan mendapatkan gelar sarjana memang dapat menghasilkan lebih banyak uang daripada mereka yang memiliki ijazah sekolah menengah. Tapi, yang menjadi masalah adalah bagaimana jika setelah lulus kuliah tidak kunjung juga mendapatkan pekerjaan? Hmm.

Banyak lulusan perguruan tinggi yang menganggur

BTW, berapa banyak jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia yang belum mendapatkan pekerjaan aka masih menganggur sampai sekarang?

Entah kenapa aku memiliki keyakinan kalau kalian akan menyebutkan kalau jumlahnya ada banyak.

Ya … cari kerja itu susah di zaman sekarang, terlebih jika hanya mengandalkan ijazah perguruan tinggi yang kalian miliki. Kenapa?

READ  2 Mei, Sejarah & Makna di Balik Hari Pendidikan Nasional

Jumlah sarjana semakin banyak dan terus bertambah setiap tahunnya, tetapi pekerjaan yang ada untuk jumlahnya terbatas. Belum lagi para sarjana yang nilainya tinggi, yang pascasarjana, atau mereka yang lulusan luar negeri, jumlahnya ada banyak sekali dan kalian bersaing dengan mereka.

Aku tahu jika banyak di antara kalian yang memiliki mimpi dapat bekerja pada sebuah profesi yang kalian harap bisa kalian dapatkan dengan jalan kuliah, aku juga dulu berpikir demikian. Dan hal ini jelas bertentangan dengan fakta bahwa ‘yang jadi sarjana sudah banyak, tetapi yang mau memperkerjakan tidak banyak’.

Dengan kata lain, banyaknya jumlah pengangguran yang merupakan lulusan perguruan tinggi ini juga sebagai tanda dari adanya ketidaksesuaian permintaan pasar tenaga kerja yang ada. Sebuah ironi di mana banyak perguruan tinggi menawarkan berbagai macam program studi atau jurusan, mahasiswa baru yang mendaftar juga semakin banyak, akan tetapi jumlah ketersediaan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan tersebut di dunia kerja jumlahnya terbatas.

Alasan-alasan semacam inilah yang membuatku berpikir, “apakah kuliah itu hanya sebuah bisnis?”

Jadi, apakah perguruan tinggi menjamin masa depan lulusannya?

Tidak! Pada kenyataannya tidak ada perguruan tinggi yang menjamin masa depan lulusannya. Bahkan, perguruan tinggi tidak menjamin kalian mendapatkan pekerjaan yang kalian inginkan. Sebuah penegasan yang menunjukkan bahwa satu-satunya yang dapat menjamin masa depanmu adalah usaha dan kerja keras yang kamu lakukan.

satu-satunya yang dapat menjamin masa depanmu adalah usaha dan kerja keras yang kamu lakukan

Ibaratkan saja perguruan tinggi adalah produsen semacam pabrik—ibaratkan saja—yang memproduksi orang-orang berpendidikan tinggi, akademisi, tenaga ahli, atau sarjana, dan lain sebagainya. Dan setelah produk jadi, apa yang umumnya dilakukan oleh produsen? Tentu saja produsen akan mendistribusikan produknya ke pihak-pihak yang telah memesan. Atau kalau tidak, produsen akan memasarkannya kepada pihak-pihak yang (mungkin) memerlukannya. Akan tetapi perguruan tinggi tidak melakukannya bukan? Hmm. Yang ada, begitu lulus, kalian akan dilepas begitu saja ke tempat mengerikan yang biasa disebut sebagai ‘dunia nyata’.

Inilah yang menjadi alasan utamaku menulis artikel ini, yaitu mengajak kalian semua untuk mempertimbangkan kembali tentang apa yang menjadi mimpi dan tujuan kalian di masa depan nanti.

0
Avatar
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

2 Replies to “Kuliah Tidak Menjamin Masa Depan!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *