Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Membuka Jendela Dunia dengan Membaca

2 min read

Membuka Jendela Dunia dengan Membaca

“Bacalah!”


Buku adalah Jendela Dunia

Buku adalah jendela dunia. Demikian para bijak menyebut buku dalam kata-kata yang indah. Dan jika buku itu sendiri adalah jendela dunia, boleh lah saya berpendapat bahwa; dengan membaca buku, berarti kita sedang membuka jendela dunia. Adakah yang setuju dengan pendapat saya?

Kita semua pasti masih ingat bahwa membaca termasuk hal pertama yang diajarkan kepada kita sewaktu masih sekolah, bahkan saat Taman Kanak-kanak. Sedini mungkin kita diperkenalkan dengan huruf baca, mengejanya satu persatu hingga menjadi sebuah kata, lalu mencoba membaca rangkaiannya menjadi sebuah kalimat dengan ‘ini Budi, ini Bapak Budi, ini Ibu Budi’, dan seterusnya.

Tentu saja, karena logikanya, bagaimana bisa kita melakukan PROSES BELAJAR tanpa terlebih dahulu menguasai yang namanya membaca? Dan alkhamdulillah, kita semua bisa membaca. Toh sekarang ini kita juga sedang membaca, bukan?

Membaca Identik dengan Kemerdekaan

Tapi tahukah kalian, jika membaca itu identik dengan kemerdekaan? Ya, membaca dengan kemerdekaan ….

Dulu, saat negeri ini masih bernama Hindia Belanda, sebagian besar rakyat kita tidak bisa membaca dan menulis (abjad). Nenek saya adalah salah satu di antaranya—Alhamdulillah beliau masih sehat sampai sekarang.

Tentu saja karena pada masa itu pendidikan hanya bagi mereka yang totok, peranakan, dan anak pengusaha-pengusaha kaya. Sedangkan bagi rakyat kita sendiri, pendidikan itu dilarang. Dilarang! Terkecuali untuk anak para bangsawan dan pejabat, mereka memiliki hak yang sama untuk sekolah setinggi-tingginya.

Tapi sekarang, sekarang kita semua bisa membaca. Sekarang kita bebas menuntut pendidikan. Sekarang kita bebas belajar. Bebas! Merdeka!

READ  Rangkaian Puisi - Supernova: Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh

Akan tetapi … ini adalah bagian tidak enaknya … akan tetapi minat baca masyarakat Indonesia ternyata masih rendah. Ketik saja kata kunci “minat baca Indonesia” di kolom pencarian, maka kalian akan mendapatinya. Dan … ya, demikian lah kebenarannya.

Saya pribadi prihatin perihal minat baca masyarakat kita ini. Padahal, jauh sebelum bangsa Eropa mengenal abjad, jauh dan jauh sebelumnya nenek moyang kita sudah mengabadikan kisah dan peristiwa dalam kitab-kitab dan prasasti. *Nenek Moyang kita itu bangsa yang maju lho, ini fakta, seriusly.*

Memang, rendahnya minat baca yang ada di Indonesia tidak bisa dituding kepada pribadinya. Bahwa ada banyak sekali faktor yang andil. Rendahnya edukasi dan suluhan perihal membaca, minimnya akses untuk membaca, harga buku yang terbilang mahal, dan lain sebagainya.

Tapi itu dulu, karena sekarang telah ada agen perubahan yang dengan senang hati akan membukakan jendela kecil untuk kalian melihat dunia. Terutama bagi kalian yang tinggal di Jepara, perkenalkan:

Ruang Baca Mata Merah (@ruangbaca_matamerah)

Ruang Baca Mata Merah adalah sebuah wadah yang memungkinkan kalian bisa bebas membaca hingga tercipta ruang luas berfikir bebas dan mencintai tanpa mabuk.

Di sana kalian bebas membaca dan meminjam buku secara gratis. Tidak usah membayar biaya registrasi seperti ketika kalian membuat kartu perpus, tidak ada denda keterlambatan, tidak ada biaya lain-lain. Gratis! Sekali lagi, GRATIS!

Jadi, bagi kalian yang tinggal di Daerah Jepara dan sekitarnya, silahkan tengok akun instagram @ruangbaca_matamerah, semua koleksi buku yang ada di sana bebas untuk kalian baca dan pinjam. Selain datang langsung ke lokasi, peminjaman buku juga dapat dilakukan melalui @angpres dan @omah_petrok.

Tapi lokasinya jauh dari rumah … gimana dong?

Bisa COD di tengah. Hanya karena jarak jangan lantas kalian hilangkan niat membaca kalian. Kalian hanya perlu menghubungi akun-akun IG di atas untuk menanyakan ketersediaan buku yang ingin kalian baca, kemudian tentukan titik lokasi dan waktu COD yang di inginkan, dan  wusss … agen-agen kami yang mengembang tugas mulia akan menemui para pembaca sekalian. Gratis!

READ  Sebuah Puisi - Rasaku

Males ah, di luar panas … tanggal tua, hemat bensin … nggak ada motor ….

Kami antarkan bukunya sampai rumah. Serious, it’s not a joke.

Beritahukan saja alamat rumah tempat kalian tinggal dan agen-agen kami yang cakep manis nan wangi yang akan mengantarkan bukunya ke rumah kalian. Free ongkir. Gratis!

Kurang baik apa coba?

Ya, semuanya gratis. Dan meski gratis, bukan berarti tanpa syarat. Dan syaratnya pun bukan sesuatu yang memberatkan: Tanggung jawab terhadap buku.

Tanggung jawab yang bagaimana itu?

Tanggung jawab terhadap buku yang kami maksudkan adalah tanggung jawab untuk membacanya. Karena isi dari buku itu ada pada tulisan-tulisan yang ada di dalamnya, dan membacanya adalah satu-satunya cara untuk mengetahui isi dari buku yang ada di di hadapan kita.

Menurut kalian, apa guna buku jika tidak dibaca? Jelas tidak berguna bukan? Tanpa dibaca, buku hanya akan jadi sekumpulan kertas yang dijilid.

Jadi, satu saja syarat yang kami wajibkan jika meminjam buku dari Ruang Baca Mata Merah: Tanggung jawab terhadap buku—dengan membacanya.

Berminat untuk membaca? @ruangbaca_matamerah siap merahkan matamu.


Buka jendela duniamu. Merdekakan dirimu.

0
Avatar
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *