Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Membumikan Sosok R.M.P Sosrokartono pada Generasi Penerus Bangsa

3 min read

R.M.P. Sosrokartono

Karena kejeniusan dan beberapa profesi yang dimilikinya, Ia dijuluki sebagai “Si Jenius dari Timur” dan “De Javanese Prins”.


Pandita.ID – Mungkin tidak banyak dari generasi kita yang familiar akan sosok dan kiprahnya. Mungkin tidak banyak pula dari kita yang mengetahui kalau Ia merupakan sosok guru dan panutan dari “Sang Putra Fajar” sekaligus Bapak Proklamator kita, Ir. Soekarno.

Ia adalah Raden Mas Panji Sosrokartono, kakak kandung sekaligus sosok yang menginspirasi R.A. Kartini dalam memperjuangkan kaumnya. Seperti halnya yang terdapat dalam surat-suratnya, R.A. Kartini menyebut kakaknya, R.M.P. Sosrokartono, sebagai satu-satunya orang yang menaruh simpati terhadap gagasan-gagasannya yang tidak biasa.

Memang, maklum saja jikalau banyak di antara kita begitu asing akan sosok beliau. Tidak seperti adiknya, R.A. Kartini, yang lebih familiar bagi kita. Mungkin bisa jadi karena minim dan langkanya sumber sejarah yang mencatat rekam jejaknya menjadi salah satu penyebabnya. Di samping itu, menurut saya, sosok R.M.P. Sosrokartono merupakan seorang pribadi yang misterius dari sananya. Bahkan hingga sekarang.

Maka dari itu, seperti yang telah saya tuliskan pada judul di atas, melalui artikel ini saya ingin mengajak saudara-saudari sekalian untuk mengenal sosok beliau. Kenapa? Karena ada banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari ajaran, tindak tanduk, dan kisah perjalanan hidup beliau. Atau begini saja, singkatnya, Bung Karno saja berguru dan menjadikan beliau sebagai panutannya, tidakkah hal ini cukup sebagai pemantik bagi kita untuk mengulas serba-serbi yang menyangkut tokoh utama kita ini? Hmm.

Sebagai awal perkenalan, alangkah baiknya jika diawali dengan mengetahui sedikit mengenai kisah hidup beliau. Dan berikut ini saya paparkan biografi singkat beliau seperti yang terdapat pada buku “Kempalan Serat-Serat Drs. R.M.P. Sosrokartono” oleh Panitya Buku. Yuk, mari.

RIWAYAT HIDUP R.M.P. SOSROKARTONO

R.M.P. Sosrokartono lahir di Pelemkerep, Mayong, Jepara, pada hari Rabu Pahing, tanggal 27 Rabiul Awwal tahun 1806 Hijriyah atau 10 April 1877. Beliau adalah putera R.M. Adipati Ario Sosroningrat, Bupati Jepara, dengan Ibu Ngasirah, anak rakyat biasa di Telukawur, Jepara.

READ  Sekolah Tinggi Bisnis Selamat Pagi Indonesia untuk Kaum Dhuafa Resmi Dibuka

Setelah tamat dari Eropesche Lagere School (ELS) di Jepara, beliau melanjutkan pelajarannya ke H.B.S. di Semarang. Dalam tahun 1898, meneruskan sekolahnya ke negeri Belanda. Mula-mula masuk di Sekolah Teknik Tinggi di Delft. Akan tetapi, karena merasa tidak cocok, beliau kemudian pindah ke Perguruan Tinggi di Leiden, mengambil jurusan  bahasa dan kesusasteraan Timur. Sejarah mencatat, beliau merupakan mahasiswa pertama dari bangsa kita yang meneruskan pendidikan ke negeri Belanda, yang kemudian disusul oleh putera-putera Bangsa lainnya.

Dengan menggenggam gelar Docterandus in de Oostersche talen dari Perguruan Tinggi Leiden, beliau mengembara ke seluruh Eropa, menjalani berbagai macam pekerjaan. Selama Perang Dunia ke I, beliau bekerja sebagai wartawan perang pada koran New York Herald dan New York Herald Tribune. Kemudian, setelah perang usai, beliau menjadi penerjemah di Wina, pindah lagi, bekerja sebagai ahli bahasa pada kedutaan Perancis di Den Haag, terakhir hijrah ke Jenewa. Sebagai sarjana yang menguasai duapuluh enam bahasa (pada saat itu)*, beliau bekerja sebagai penerjemah untuk kepentingan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa.

*Tambahan: R.M.P. Sosrokartono dikenal dunia sebagai seorang Poliglot jenius yang masyhur. Catatan terakhir mencatat Sosrokartono setidaknya menguasai 24 bahasa asing dan 10 bahasa daerah Nusantara.

Duapuluh enam tahun beliau menjelajahi seluruh Eropa, melihat dan menghayati kehidupan tingkat tinggi dan kehidupan cerdik pandai di kalangan mereka. Kenyataan demi kenyataan yang dilihatnya di sana, menimbulkan keragu-raguan di dalam sanubarinya, betulkah dunia bisa diselamatkan hanya dengan kemajuan teknik saja? Kedudukan tinggi yang diraihnya, kehidupan mewah selam di Eropa, membangkitkan rasa tak puas di dalam hatinya, apakah sebenarnya yang bisa dikaji dari kehidupan ala Eropa? Dan apakah sebenarnya yang dicari jauh dari tanah Jawa sampai sekian lama di Eropa? Hari-hari di Jenewa merupakan hari-hari yang penuh dengan konflik batin, sampai tiba saatnya beliau mendapat jawaban dari Yang Maha Kuasa.

READ  Meluruskan Fakta Sejarah Pelengseran Gus Dur

Pada waktu itu, anak dari seorang kenalannya menderita sakit keras. Begitu kerasnya, sehingga tak seorang dokter pun sanggup menyembuhkannya. Terdorong oleh cinta kasih dan hasrat yang besar untuk meringankan penderitaan orang lain, pada waktu itu beliau menjenguk si sakit, meletakkan tangannya di atas dahi si sakit, dan terjadilah kehendak Tuhan atas diri beliau. Si sakit yang tak sadarkan diri mulai siuman, panasnya menurun, pada hari itu juga si sakit sembuh seperti sediakala.

Oleh karena itu, beliau menjadi yakin akan panggilan hidupnya, sadar kepada siapa segala yang dimilikinya hendak diabdikannya. Pada tahun itu juga, beliau pulang ke tanah air. Ditinggalkannya kegemilangan hidup di Eropa, dan dimulainya hidup barunya di Bandung, yang seluruhnya diabdikan untuk kepentingan kemanusiaan.

Sosrokartono putera Bupati Jepara. Dari pihak bapak diwarisinya jiwa kesatria dan gemar akan ilmu. Dari pihak ibu, diwarisinya jiwa rakyat yang cinta kepada sesamanya. Sosrokartono, Wonder Dokter, pada zamannya namanya dikenal oleh hampir seluruh dunia. Bermacam-macam gelar kehormatan yang diberikan orang kepadanya, namun dipanggilnya diri sendiri dengan nama yang sederhana, Djoko Deling, Mandor Klungsu, Djoko Pring, dan panggilan lainnya, mewakili nama rakyat awan yang dicintainya ….

Nah, demikian sekilas riwayat hidup sosok Sosrokartono yang masyhur namanya dikenal oleh dunia pada masanya, yang Insya Allah akan saya teruskan kembali . Setidaknya, dari biografi singkat beliau ini telah mengisahkan sedikit tentang betapa besar dan agungnya jiwa di balik nama yang sederhana itu.


“Hormat dan cinta pada bangsa lain, tapi hormat dan cinta juga pada bangsanya sendiri.”
[R.M.P. Sosrokartono]

0
Avatar
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *