Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Bagaimana Cara Menemukan Sumber Inspirasi Terbesar (The Muse) dalam Hidup Kita?

2 min read

Cara menemukan sumber inspirasi terbesar (muse) dalam hidup

Pernahkah kamu merasa macet pada bidang atau pekerjaan yang selama ini kamu tekuni?

Misal, jika di dalam dunia tulis-menulis ada yang namanya writer’s block, di mana penulis kehilangan kemampuan untuk menghasilkan karya baru atau mengalami penurunan kreatif (this is what Wikipedia said BTW), yang secara langsung berdampak negatif terhadap produktivitas kerjanya.

Beberapa orang mungkin akan berbeda sesuai dengan bidang dan kasusnya masing-masing, tapi kurang lebih sama seperti writer’s block yang dialami oleh kebanyakan penulis. Macet!

Pernah suatu ketika ada seorang teman yang mencurahkan isi hatinya kepadaku, seorang content creator muda. Dia berkeluh kesah bahwa belakangan ini ada sesuatu yang aneh pada dirinya. Sesuatu yang telah membuatnya macet untuk berkarya dalam bidang yang sudah bertahun-tahun dilakoninya.

Dia menceritakan seperti ketika dia sedang membuat sebuah karya seperti biasanya, begitu selesai dia merasa bahwa hasilnya tidak sesuai dengan ekpektasinya, lalu menganggapnya sebagai sebuah karya yang gagal. Lantas mengulanginya lagi, atau membuat karya yang baru lagi. Akan tetapi, belum sampai pada pertengahan prosesnya, dia sudah merasa itu tidak sesuai dan mengulanginya lagi. Terus … sampai dia frustasi karena tidak ada satupun karya yang bisa dihasilkan. Dan pada akhirnya, tidak tahu lagi harus memulai dari mana karena tidak ada ide yang bisa dituangkan.

Sebuah alasan yang membuatnya merasa sudah tidak bisa lagi berkarya.

It sounds like something wrong is happen, but you don’t know exactly what it is.

Yang menjadi pertanyaanku adalah, bagaimana bisa kamu mendadak tidak bisa melakukan sesuatu yang sudah menjadi keahlianmu selama bertahun-tahun? Hmm.

Sepertinya ini bukan tentang masalah kehilangan keahlian. Menurutku itu tidak masuk akal. Tangan dan kakimu masih utuh, kamu juga tidak pikun. Lain hal jika sebaliknya. Dan kalaupun ada yang hilang, itu sesuatu yang lain.

READ  15 Film yang Dapat Membantumu Melewati Fase Quarter-Life Crisis

Seperti halnya kasus writer’s block di atas, menurutku ada aspek penting yang diluputkan. Kebanyakan penulis yang mengalami writer’s block selalu digambarkan sebagai seseorang yang kehilangan kemampuan menulisnya, but I said “NO!”

Penulis itu bukan kehilangan kemampuannya, tetapi lebih seperti ‘tersesat’ di dalam dunianya sendiri.

Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana bisa seseorang tersesat di dalam dunianya sendiri? Bisa saja.

Alasan yang paling umum bisa karena kehilangan arah, petunjuk, atau cahaya penuntun misal. Dan alasan khususnya adalah karena kehilangan atau bahkan tidak punya yang namanya ‘Muse‘—sumber inspirasi terbesar bagi seorang seniman. Dan tidak hanya seniman saja, siapapun dia harus punya yang namanya Muse jika ingin menghasilkan sebuah karya. Kenapa?

*Sekedar perumpamaan:

Sujiwo Tejo (salah seorang Dalang, Seniman, Author, Pelukis, dan Budayawan besar Indonesia) pernah berkata: Seniman yang baik bisa mengungkapkan semuanya, termasuk kekosongan sekalipun. Baik itu Pelukis, Penulis, Penari, Pematung, dan lain sebagainya. Dan dari seniman-seniman besar yang dikenal karyanya oleh dunia, sebagian mereka hanya punya satu sumber inspirasi—Muse.

Sepanjang hayatnya berkarya, mereka akan berkarya berdasarkan Muse yang sama. Tapi justru dengan begitu, mereka bisa mencapai tingkat penjiwaan paling tinggi.

Hal seperti Muse inilah yang perlu kita cari—jodoh. Kalau sudah dapat “jodoh”-nya, pasti langsung lancar dalam membuat sebuah karya. Dan dari karya-karya yang mewujud itu, dari hari-hari ke hari akan semakin bagus. Seperti seorang pelukis, setiap pelukis pasti memiliki jodohnya masing-masing, Muse-nya masing-masing. [Sujiwo Tejo]

Bagaimana cara menemukan Sumber Inspirasi Terbesar (Muse) kita?

Mungkin ini yang menjadi pertanyaan mayoritas orang ketika sampai pada tahap ini. Jadi, bagaimana ara menemukan sumber inspirasi terbesar (Muse) kita itu? Hmm.

Kalau mau bertekun sekaligus berserah, pasti akan menemukannya. Jadi jangan cepat putus asa.

“Terkadang kanvas kosong, kertas kosong, panggung kosong, juga bersuara. Tanpa kekosongan, seseorang tidak bisa memulai sesuatu.” [Sujiwo Tejo]

Quote Sujiwo Tejo - Tanpa kekosongan kita tidak akan bisa memulai sesuatu

Dee juga pernah mengangkat masalah ini sebagai salah satu unsur krusial dalam Perahu Kertas, salah satu novel epic karyanya.

“Ibaratkan sebuah kanvas kosong, anggaplah itu langit. Sepertinya langit itu kosong ketika siang hari, sepertinya langit itu kosong ketika awan mendung dan hujan sedang menyelimuti. Tapi kita tahu, langit tidak pernah kosong. Ada banyak bintang. Bahkan tidak terhingga banyaknya. Seorang pencari harus percaya itu. Langit ini cuma tertutup awan. Kalau kita bisa menyibak awan-awan itu, pasti akan menemukan banyak sekali bintang. Dan dari sekian banyak bintang, akan ada satu yang berjodoh dengan kita.” [Perahu Kertas]

Dan bukankah hidup ini juga tentang pencarian? Maka jadilah seorang pencari agar dapat menemukan Muse-mu.

READ  4 Dialog Batin yang Harus Kamu Katakan kepada Dirimu Sendiri Setiap Hari

Akan tetapi, bagaimana jika setelah kita menemukan Muse itu malah terjadi suatu hal yang membuat kita kehilangannya?

Kembali ke cerita temanku di awal …. Sebenarnya temanku ini sudah menemukan dan memiliki Muse-nya sendiri. Yang menjadi masalahnya adalah karena dia merasa telah kehilangan Muse-nya itu. Sesuatu yang menjadi sumber inspirasi utamanya dianggapnya telah pergi meninggalkannya tanpa dia tahu ke mana perginya. Membuat segala sesuatunya seolah kosong. Padahal tidak. Kita semua tahu:

“Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar hitam yang kosong. Padahal tidak. Bintang kita tetap ada di sana. Bumi hanya sedang berputar.” [Perahu Kertas]

quote perahu kertas - terkadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. padahal tidak. bintang kita tetap ada di sana.

Jadi, sudahkah kau temukan Muse-mu? Kalau belum, carilah! Kalaupun sudah kau dapatkan, jagalah.

0
Avatar
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

One Reply to “Bagaimana Cara Menemukan Sumber Inspirasi Terbesar (The Muse) dalam…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *