Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Olam Berbagi Teknologi dalam Kemitraan Lanskap Bersama Wildlife Conservation Society untuk Menanggulangi Deforestasi

2 min read


Kolaborasi ini akan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kopi serta mengurangi kerusakan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Indonesia.


Pandita.ID, London, 26 September 2019 – Lebih dari 20.000 petani kopi kecil di Sumatra Selatan akan mendapatkan keuntungan dari suatu kolaborasi unik. Dalam kolaborasi ini, pemasok makanan dan agrobisnis global, Olam International, akan memberi izin penggunaan platformnya, Olam Farmer Information System (OFIS), kepada Wildlife Conservation Society (WCS) untuk mengatasi pelanggaran batas hutan di lanskap Bukit Barisan Selatan (BBSNP), Sumatra Selatan.

Olam berbagi teknologi dalam kemitraan lanskap bersama Wildlife Conservation Society untuk menanggulangi deforestasi
[Dari kiri ke kanan] Justin Adams, Direktur Eksekutif Aliansi Hutan Tropis; Sunny Verghese, Rekan Pendiri dan Kepala Eksekutif Grup Olam International; dan Cristián Samper, Presiden dan CEO dari Wildlife Conservation Society
Indonesia adalah salah satu produsen kopi terbesar di dunia, yang mayoritasnya ditanam oleh petani kecil di daerah terpencil. Para petani itu menghadapi berbagai masalah umum seperti, pohon yang menua, kurangnya akses informasi, pelatihan, dan keuangan. Oleh karena itu, hasil pertaniannya rendah. Daerah terpencil dan rantai pasokan yang panjang dan rumit juga membuat Keterlacakan sulit dilakukan.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (3.140 km2) di Sumatra Selatan adalah salah satu daerah penghasil kopi utama di Indonesia, merupakan salah satu suaka gajah dan harimau Sumatra terakhir, serta daerah penting penyerap karbon dioksida. Akan tetapi, Taman ini semakin menyempit karena ada setidaknya 10% area taman ini yang diubah menjadi kebun kopi.

Pada tahun 2018, untuk membalikkan kondisi ini, WCS mengadakan Kemitraan Komoditas Lestari Bukit Barisan Selatan (BBS KEKAL). Kemitraan beberapa pemangku kepentingan yang menjadi pionir ini berlandaskan prinsip ‘tanggung jawab bersama’, di mana perusahaan bekerja sama dan berkolaborasi dengan pemerintah setempat dan nasional, petani, dan warga sipil untuk mencari cara baru melindungi hutan Bukit Barisan sambil meningkatkan kesejahteraan.

Kemitraan ini mendukung petani yang beroperasi dalam jarak 1,3 km dari batas taman nasional agar beralih menjadi lahan produksi kopi bebas deforestasi, seiring upaya restorasi dan konservasi Taman Nasional. Hal ini memungkinkan perusahaan aktif mengatasi deforestasi dan melindungi keanekaragaman hayati sambil mendukung petani dan pengembangan sektor kopi yang berkelanjutan.

READ  Fitur Terbaru Android 10 dan Cara Menggunakannya

Olam mengawali keterlibatan untuk mengurangi risiko masuknya kopi dari wilayah di taman nasional ke dalam rantai pasok-nya. Tujuan ini hanya bisa dicapai melalui kerja sama dengan pemangku kepentingan di seluruh wilayah dan aktif mendukung petani di sekitar kawasan hutan sehingga menghadirkan solusi yang bisa bertahan lama dan ekonomis.

Langkah penting dalam meraih sukses Kemitraan ini adalah kemampuan memetakan perkebunan, memahami kebutuhan petani, dan melacak jumlah serta asal kopi yang masuk ke rantai pasokan dari sekitar Taman Nasional. Di tahun 2014, Olam mengembangkan Olam Farmer Information System (OFIS) dengan sistem pemetaan GPS, sehingga rantai pasokan petani kecil dapat dilacak secara geografis dan dukungan produktivitas bisa lebih disesuaikan untuk kebutuhan individu petani. Hingga kini, sebanyak 370.000 petani berbagai tanaman sudah terdaftar di rantai pasokan Olam.

Melalui kolaborasi ini, tim proyek BBS KEKAL yang dipimpin oleh WCS akan menggunakan OFIS untuk menyurvei pertanian yang berpartisipasi di perbatasan hutan, mencatat, dan memantau data tentang batas-batas pertanian, hasil kebun dan produktivitas kopi, jumlah dan usia pohon kopi, infrastruktur kesehatan, sosial, dan ekonomi, serta ekosistem di sekitarnya.

Hal ini memungkinkan Kemitraan memberikan pelatihan dan insentif khusus kepada petani untuk mewujudkan produksi kopi yang sah dan tanpa merambah hutan. Bersamaan dengan itu, hal ini memungkinkan perusahaan yang berpartisipasi untuk mengurangi risiko mendapat pasokan kopi dari area Taman Nasional dan memberi solusi di area prioritas.

Pendanaan untuk partisipasi Olam dalam Kemitraan ini disediakan oleh bantuan teknis dari Asian Development Bank (ADB), termasuk donasi dari Canadian Climate Fund untuk Sektor Swasta di Asia. Bantuan teknis ADB akan mengadakan pendaftaran dan pelatihan pengembangan kapasitas OFIS bagi petani kopi kecil di Indonesia, Timor Leste, Papua Nugini, dan Vietnam. Bantuan teknis ADB ini melengkapi pinjaman sebesar $88 juta dari ADB ke Olam International di bulan Maret 2018.

READ  1 Mei, Sejarah Hari Buruh Internasional & May Day di Indonesia Saat Ini

Cristián Samper, Presiden dan CEO Wildlife Conservation Society, pembicara di New York selama Climate Week PBB, berkata: “Menghentikan deforestasi adalah hal yang sangat penting. BBS KEKAL menunjukkan bagaimana perusahaan harus bekerja sama dan berkolaborasi dengan pemerintah dan LSM agar mendapatkan solusi baru untuk mengatasi deforestasi. Hanya dengan tindakan kolektif dan dengan mendukung petani di daerah rawan, kita bisa menyelamatkan masa depan lanskap penting ini. Keterlibatan Olam dalam kemitraan ini merupakan pemicu perubahan dari komitmen menjadi tindakan.”

Co-Founder dan CEO Grup Olam, Sunny Verghese menambahkan: “Berbagi kemampuan digital dengan WCS adalah salah satu upaya kami untuk membayangkan kembali sistem pangan dan agrikultur global agar menjadi lebih baik. Kolaborasi ini memberi contoh bahwa kerja sama antara LSM dan perusahaan dapat menghasilkan banyak dampak positif bagi petani dan planet kita, serta mengurangi biaya dan risiko terkait bagi masing-masing pihak. Selain itu, hal ini mempercepat upaya menciptakan lanskap yang mampu menangani deforestasi, memperbaiki lahan, dan menyejahterakan petani.”

0
Avatar
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *