Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

PPKM: Para Pendaki Kangen Muncak

1 min read

PPKM: Para Pendaki Kangen Muncak

Pandita.ID – Menghitung hari untuk PPKM. Ada yang rindu ingin bermain di alam bebas. Ada yang ingin menyepi sejenak dari hiruk pukuk kota. Ada yang ingin bermalam di antara rimbun belantara untuk mencari ketenangan dari segala beban, masalah, dan pekerjaan. Ada yang ingin menyegarkan fikiran dan jiwanya, refreshing bahasa kerennya. Bahkan ada yang mencari nafkah dari sana.

Tapi, ya … mau bagaimana lagi.

Ada yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya, booking kuota pendakian atau daftar open trip, menyiapkan fisik dan mental, membeli beberapa peralatan, pesan tiket perjalanan, sampai mengajukan cuti. Ada pula mereka yang sudah bersusah payah menyisihkan uang dari sebagian penghasilannya yang pas-pasan … hei, yang satu ini banyak juga, atau mungkin malah mayoritas. Tidak terkecuali saya!

Tapi, ya … mau bagaimana lagi. PPKM Darurat sudah diberlakukan. Taman Nasional seperti gunung-gunung tujuan pendakian ya ditutup, demikian juga dengan tempat-tempat wisata pada umumnya. Membuat kawan-kawan yang “tinggal berangkat” jadi batal. Bahkan tidak sedikit yang sudah berangkat dari rumah namun harus putar balik. Atau ada juga yang mendadak dipending (biasanya untuk mereka yang ikut jasa open trip), yang menurut sebagian orang nasibnya lebih mending meskipun pada dasarnya juga sama-sama rugi.

Itu baru dari sudut pandang pendaki khususnya atau wisatawan pada umumnya. Karena seperti yang telah saya sampaikan di awal, bahwasannya “ada yang mencari nafkah dari sana”. Ya, di dalam dunia pendakian saja ada beberapa rantai ekonomi yang saling bergantung satu sama lain. Ada basecamp yang dikelola oleh penduduk setempat, ada toko dan warung yang berjualan di sekitar basecamp (juga milik warga setempat), ada pelaku jasa open trip, jasa angkutan (mobil travel sampai ojek motor) untuk akomodasi, ada yang berprofesi sebagai porter, guide, jasa penyedia atau rental peralatan, dan lain-lain, dan lain-lain, sampai pejaga parkir hingga petugas kebersihan.

READ:  Batuknya Gunung Merapi (Erupsi) di Tengah Wabah COVID-19

Bisa dibayangkan sendiri bagaimana nasib mereka sekarang begitu portal yang menuju kawasan mereka diturunkan dan ditempeli spanduk “DITUTUP“?

Di rumah, saya sendiri kebetulan menjalankan usaha penyewaan peralatan outdoor untuk pendaki, dan sekarang tidak ada pelanggan barang satu pun di hari-hari ini karena PPKM Darurat. Begitu juga yang dialami oleh rekan-rekan sejawat, kurang lebih sama. Boleh percaya boleh tidak.

Dan ini baru dari dunia pendakian, belum lagi lingkup yang lebih besar yaitu sektor Pariwisata. Contoh kecil, seperti yang dialami oleh paman saya yang mana berprofesi sebagai supir bur pariwisata. Ia mengaku mulai Maret 2020 sampai sekitar Idul Adha 2020 semua jobnya terpaksa dibatalkan. Setelah itu sampai sekarang belum tentu sebulan sekali mendapat job membawa bus pariwisata. Dan saya yakin pasti ada di antara kawan-kawan sekalian yang pengalamannya hampir sedemikian rupa, hanya saja mungkin di lain bidang.

Banyak yang bilang jika dunia pariwasata kita sekarang tengah mati suri, disusul dengan dunia hiburan dan merembet ke bidang-bidang lainnya, yang meski berat hati ini untuk mengiyakan, namun beginilah keadaannya.

Sejauh ini kita telah sama-sama banyak berkorban, dan sejauh ini pula kita telah sama-sama berjuang untuk survive.

Ya! Itu dia, survive atau lebih tepatnya survival, yakni kemampuan bertahan hidup dalam suatu kondisi atau keadaan, salah satu hal dasar yang harus dimiliki seorang pendaki. Dan kini istilah survival tak hanya berlaku bagi pendaki atau petualang saja, kita segenap warga Indonesia yang berjuang di tengah pandemi telah melakukannya.

Demikianlah sedikit sudut pandang tentang PPKM dari seorang pendaki yang sudah rindu sekali ingin mendaki. Salam lestari.

READ:  Bagaimana Aku Bisa Menjadi Pekerja Konstruksi #3
0
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *