Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Rangkaian Puisi – Supernova: Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh

1 min read

Rangkaian Puisi - Supernova: Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh

Aku bosan diam
Aku ingin berteriak lantang
Menembus segenap celah dan lubang
Merasuk ke ujung gendang telinga semua orang
Aku mencintainya!
Layakkah cinta hidup semu layaknya hantu?
Yang melayang bagai bulu panah
Aku ingin menjejak tanah
Mengambang membuatku lelah
Aku ingin memiliki
Aku ingin diakui

Aku ingin sekali tuli
Sekawanan samurai terbuat dari huruf datang menyerang
Mencacah harga diriku seperti daging cincang
Mereka menghinaku,
karena aku cuma bisa diam
Mereka menyumpahiku,
karena aku rela diabaikan
Aku merasa begitu kerdil di tengah keluasaanku
Rintikmu raksasa dalam mungil tetesmu
Engkau menyelimuti dengan dingin
Dan semakin merapat
Semakin membara alam ini,
jutaan engkau kini tutun membanjiriku
Takkan pernah ku meluap
Ku gali tanahku lebih dalam,
dan ku buka semua celah untuk menyerapmu
Dulu aku adalah pujangga,
seorang arwah pujangga tersasar masuk ke dalam tubuh mungilku
Dulu aku berkata-kata bak mutiara nan wangi,
dan mutiara sangat aneh di tengah batu kali
Pikiranku bagai seribu persimpangan dalam sekotak korek api,
Karena itu aku anomali
Sudah ku menangkan taruhan ini,
bahkan dengan amat adil,
jauh sebelum engkau menyerahkan kertas dan pensil,
Karena rinduku menetes sebanyak tetes gerimis

Tidak butuh kertas atau corengan garis
Genggamlah jantungku dan hitung denyutnya,
sebanyak itulah aku merindukanmu

Aku mencintaimu sepenuh hati
Tak peduli lagi tepat atau tidak
Tak peduli kau menyadari aku hilang atau tampak
Tak peduli kau bahagia dengan diriku atau cuma dengan sel otak
Karena ini ia dinamakan si jantung hati
Memompa lembut seperti angin memijat langit
Berdenyut lincah seperti buih yang terus berkelit
Dan darah cinta adalah udara
Dengan rih rindu yang menumpang lewat di dada

READ  Film Perburuan, Adaptasi Novel Pramoedya dari Balik Penjara

Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal hidup
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara
Engkaulah matahari firdausku yang menyinari kata pertama dalam cakrawala aksara
Kau hadir dengan ketiadaan
Sederhana dalam ketidakmengertian
Gerakmu tiada pasti
Namun aku terus di sini
Mencintaimu
Entah kenapa

Aku bukan orang yang lemah
Kalau aku lemah, sudah ku bersembunyi di dasar lembah
Namun kau orang yang kuat,
dengan dagu tercuat,
menggenggam kejujuran erat-erat
Tapi kalau cuma jadi hantu,
maka aku pun tak tahu
Karena hanya bersama kamu,
segala sesuatu terasa dekat
segala sesuatunya ada,
segala sesuatunya benar
Dan bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita

Rasa memiliki itu hidup seperti sel
Semula satu kemudian terpecah jadi seribu satu
Dan aku menyimpan sel-sel yang sangat hebat
Ia akan terpecah di luar kendali cinta itu sendiri
Sel ini terus bertambah dan merambah
Mereka hidup melingkari kita
Semenjak kita saling mencinta

Suka tak suka
Ajari aku menjadi naif
Senaif dirimu yang masih bisa tertawa
Senaif kebahagiaan di alam kita berdua
Karena setiap detik di kala kenyataan mulai bersinggungan,
aku merasakan sakit yang amat tak tertahankan
Atau ajarkan aku menjadi penipu
Apabila kau merasakan sakit itu dalam tawamu

Aku letih
Semua perjalanan hidup kita adalah sinema
Bahkan lebih mengerikan
Darah adalah darah
Dan tangis adalah tangis
Tak ada peran pengganti yang akan menanggung sakitmu


Original Poetry By: Dewi ‘Dee’ LestariSupernova KPBJ

0
Avatar
Ahmad Ali Buni "Meski sedikit, aku ingin dunia ini berubah karena ada aku di dalamnya." Founder of Pandita.ID & Millennial Adventure. JeparaUpdate.co is my second home.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *